Selasa, 19 Mei 2026

Air Mancur Sri Baduga

Warga: Ada Air Mancur Hebat Tapi Masih Susah Air Bersih, Listrik Sering Padam

Total pembangunan sejak tahap 1-3 ini telah menghabiskan Rp 150 miliar.

Tayang:
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Kisdiantoro
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Sejumla warga saat hendak memasuki area Taman Situ Buleud Purwakarta menyaksikan pertunjukkan air mancur Sri Baduga pada Sabtu (23/1). 

PURWAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pemkab Purwakarta telah merampungkan pembangunan air mancur Sri Baduga dalam dua tahap sejak 2013. Tahun ini, pembangunan tahap 3 kembali dilanjutkan.

Tahap ke-3 ini diakui Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menghabiskan anggaran rp 50 miliar untuk menambah atraksi air mancur agar lebih atraktif dan menambah kursi bagi para pengunjung.

Total pembangunan sejak tahap 1-3 ini telah menghabiskan Rp 150 miliar.

Sejumlah orang yang ditemui Tribun di kawasan Situ Buleud, Senin (25/1) menanggapi beragam dana yang dikeluarkan pemerintah untuk pembangunan air mancur.

"Positifnya menambah hiburan bagi warga Purwakarta dan warga daerah lain yang datang ke Purwakarta lalu memperindah kota yang pasti. Negatifnya anggaran sebesar itu baiknya diprioritaskan untuk pembenahan infrastruktur karena belum semua daerah di Purwakarta menikmati jalan yang bagus," ujar Hikmat ujar Hikmat Ibnu Aril (40), di Jalan Kolonel Singawinata Purwakarta.

Pria lainnya, Yayat Ruhiyat (40) warga Jalan Basuki Rahmat mengatakan dana yang dikeluarkan pemerintah sangat besar untuk air mancur dan ini membawa pengaruh.

"Sebagai warga Purwakarta punya kebanggaan punya pertunjukkan air mancur sehebat itu yang tidak ada di daerah lain di Indonesia. Tapi disisi lain sebagian warga Purwakarta juga masih kesulitan, terutama soal pelayanan air bersih dari PDAM dan pelayanan PLN yang sering melakukan pemadaman listrik," ujar Yayat.

Pertunjukkan air mancur seharga lebih dari Rp 100 miliar itu juga dinilai Sofyan Ruslin (50) warga Jalan LRE Martadinata, mengangkat nama besar Purwakarta yang sempat terjerembab menjadi kota mati saat beroperasinya Tol Cipularang.

"Pembenahan Purwakarta selama 10 tahun terakhir termasuk hadirnya air mancur yang mahal itu membuat Purwakarta tidak lagi jadi kota pensiun, maksudnya dulu setelah Tol Cipularang Purwakarta jadi kota mati, tapi sekarang Purwakarta jadi daerah bisa bangkit dan maju," ujarnya.

Namun, itu tidak lantas di Purwakarta tidak memiliki kelemahan sama sekali. Toh kata dia, masih banyak warga yang kesulitan air bersih dan belum semua warga mendapatkan akses infrastruktur yang baik.

"Karenanya, saya melihat merealisasikan air mancur itu harus diiringi dengan pembenahan infrastruktur yang baik juga," ujar Sofyan.

Sejak air mancur itu diresmikan pada akhir 2013 untuk tahap I dan tahap 2 pada 2015, setiap akhir pekan jalanan protokol Purwakarta kerap dilanda kemacetan karena banyaknya pengunjung yang berjibaku memadati Situ Buleud. (men)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved