Populasi Burung Belekok di Ranca Bayawak Terancam Punah Tergusur Proyek Perumahan
Pembangunan realestate sudah mendekati rumpun bambu tempat bersarangnya burung kuntul.
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Populasi burung kuntul atau ibis yang dikenal masyarakat dengan burung belekok di Kampung Ranca Bayawak, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung terancam punah, oleh adanya pembangunan perumahan.
"Pembangunan realestate sudah mendekati rumpun bambu tempat bersarangnya burung kuntul. Sawah tempat burung kuntul mencari makan pun telah menyempit," kata Ujang Sapaat (39), ketua RW 02, Kampung Ranca Bayawak, Rabu (20/1).
Ujang mengatakan, awalnya burung belekok yang bersarang di rumpun bambu yang ada di kampungnya, sebanyak 700 ekor, sekarang sudah berkembang menjadi 2.700 ekor. Asep mengetahui jumlah burung kuntul tersebut dari Bicon Unpad, pengamat, dan peneliti burung.
"Namun terancam punah, karena pembangunan realestate, kini hanya ratusan meter jaraknya dengan sarang burung kuntul," ujar Ujang.
Ujang dan warga Ranca Bayawak mengharapkan, kampungnya tidak terkena dampak pembangunan realestate. Kampung itu memiliki luas empat belas hektare.
Sebagain lahan di sana sudah menjadi milik pengembang perumahan. Namun, kata Ujang di kampungnya terdapat sekitar lima hektare tanah pemerintah.
"Warga kampung sangat menolak atas pembangunan realestate di Kampung Ranca Bayawak, karena dapat merusak lingkungan dan mengancam populasi burung kuntul," ujarnya.
Asep berharap, pemerintah Kota Bandung ikut membantu dalam penyelamatan populasi burung kuntul yang terancam punah.
"Coba saja cari burung kuntul di Bandung, yang bersarang seperti di rumpun bambu yang ada di Ranca Bayawak, pasti tidak ada. Oleh karena itu, burung yang ada di sini, harus dijaga dan dilestarikan," kata Ujang. (Cc)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/burung-belekok-bertengger-di-rumpun-bambu_20160120_195244.jpg)