Sabtu, 11 April 2026

Gara-gara Pelajar SMA Ini Jepang Batal Tutup Stasiun Kereta

inilah alasan saya mau mati demi negara, jika pemerintahnya pun mau memfasilitasi saya untuk pergi beberapa kilometer lebih jauh

citylab/web
Japan Railway 

Tidak akan ada yang bisa menghambat niat bulat seseorang untuk mencapai sesuatu, termasuk niat untuk bersekolah. Bukan hal unik apabila siswa SMA naik kereta untuk berangkat sekolah, tetapi berbeda dengan salah satu stasiun kereta di Hokkaido, Jepang yang hanya memiliki satu penumpang setiap harinya.

Perusahaan kereta api Japan Railways memang mengoperasikan kereta ke seluruh penjuru Jepang termasuk wilayah pedalaman seperti stasiun Kami-Shirataki di sebelah utara pulau Hokkaido. Namun, sudah beberapa tahun ke belakang kereta dari stasiun tersebut sepi penumpang sehingga pihak Japan Railways berupaya menutup stasiun tersebut dengan alasan wilayah itu sangat terpencil. Oleh karena alasan tersebut, Japan Railways sudah menetapkan tanggal untuk segera mengalihkan jalur pada stasiun yang lebih ramai.

Namun, rupanya ada satu penumpang yang setia untuk terus menggunakan kereta tersebut untuk kebutuhannya sehari-hari. Penumpang ini adalah siswa SMA yang harus naik kereta untuk pergi ke sekolah setiap harinya. Mendengar kabar tersebut, Japan Railways yang awalnya akan segera menutup jalur stasiun seketika berubah pikiran untuk tetap mengoperasikan stasiun.

Tidak tanggung-tanggung, Japan Railways pun mengatur ulang jadwal keberangkatan dan kepulangan kereta sesuai dengan siswa yang tidak mau disebutkan namanya ini. Kereta akan berangkat pada jam siswa ini berangkat sekolah dan akan kembali ke stasiun Kami-Shirataki pada saat siswa ini selesai dengan kegiatannya di sekolah.

Stasiun Kami-Shirataki akan tetap ditutup oleh Japan Railways, namun proses penutupan tersebut baru akan dilakukan Maret mendatang saat siswa tersebut sudah menyelesaikan studinya di sekolah. Kabar ini pun mengundang banyak decak kagum dari netizen seluruh dunia, “inilah alasan saya mau mati demi negara, jika pemerintahnya pun mau memfasilitasi saya untuk pergi beberapa kilometer lebih jauh,” ujar salah satu netizen yang dilansir dari citylab.com.

Inilah yang membuat Jepang begitu disegani oleh publik, karena pemerintahannya yang memprioritaskan rakyatnya, “inilah arti dari pemerintahan yang baik. Kesetaraan kebijakan sampai ke kalangan paling bawah, semua masyarakat dianggap sama,” tulisnya.

Sepinya pengguna kereta di stasiun Kami-Shirataki dikarenakan Jepang yang termasuk negara dengan tingkat kelahiran rendah dengan kematian yang cukup tinggi dan membuat ancaman hilangnya populasi secara besar-besaran di Jepang pada 2060 mendatang. Bahkan, di stasiun Kami-Shirataki saja termasuk salah satu dari 20 stasiun yang rusak atau ditutup di Hokkaido.

Oleh karena itu, banyak jalur stasiun yang dialihkan atau ditutup untuk melakukan efisiensi. Namun, apa yang dilakukan oleh Japan Railways ini menunjukkan pendidikan merupakan prioritas utama bagi pemerintah dan masyarakat, sehingga sudah menjadi kewajiban bagi semua pihak untuk memprioritaskan pendidikan.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved