Leisure
Yummy. . Piza Eatalia di Restoran Khas Italia di Bandung Ini Bukan Sekadar Gurih
Tentu saja piza menjadi andalan Eatalia ini, yang banyak di antaranya dimodifikasi dengan begitu unik.
Penulis: cr3 | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
MENYANTAP piza bersama-sama adalah kenikmatan dalam kebersamaan. Bukan hanya makan bareng, rasa sedap khas pizza pun terasa mantap, menambah nikmatnya sebuah gathering.
Berawal dari kesenangan menyantap makanan Italia itulah yang mendasari seorang chef bernama Ivan Tansil, membuka Eatalia, di Jalan Lengkong Besar 45 Bandung.
"Walaupun dulu saya kuliah dengan fokus Western Culinary, tapi setiap pulangg kuliah selalu pengen nyoba masakan Italia. Akhirnya terinspirasi untuk membuka restoran khas Italia di Bandung ini," ujar pria sang pemilik Eatalia.
Tentu saja piza menjadi andalan Eatalia ini, yang banyak di antaranya dimodifikasi dengan begitu unik.
Piza gurih (asin) yang tersedia di sini di antaranya adalah cheesy bacon deluxe, aussie bacon and egg, dan carbonara pizza ala Eatalia.
Ketiga pizza ini mewakili penyajian berbeda-beda dari piza. Pizza di Eatalia ini tidak sepenuhnya tradisional ala Italia. Menu di sini sudah dimodifikasi khusus agar cocok dengan lidah Indonesia.
Pertama dapat dilihat dari penyajian cheesy bacon deluxe yang berupa calzone. Calzone berarti piza yang adonan rotinya dilipat sehingga topping yang biasanya menghiasi bagian atas pizza kini terdapat di dalam adonan roti.
Calzone dough (adonan roti calzone) yang digunakan berbahan bamboo charcoal, yaitu bahan alami yang digunakan untuk menghitamkan adonan roti. Adonan ini cukup tipis (sekitar setengah sentimeter), namun tidak garing layaknya pizza crust (renyah).
"Setiap adonan pizza menurut saya harus terasa pada setiap gigitannya (bite)," tambah Ivan.
Di dalam calzone, terdapat keju mozarella, saus barbekyu, beef bacon, bawang bombay, dan daun parsley (peterseli). Bukan hanya keju mozarella tebal nan kenyal yang terasa sedap ketika melahap calzone ini, melainkan tekstur garing pada beef bacon.
"Seluruh beef bacon pada pizza di-grill (panggang) terlebih dahulu sebelum dijadikan topping piza," ujar Ivan, yang memanggang seluruh pizza di tungku khas pizza tradisional. Tekstur beef bacon menjadi tidak lembek dan terasa garing nan nikmat.
Di samping calzone, terdapat pula salad yang terdiri dari perpaduan selada hijau, selada ungu, baby tomato dan onion. Biji wijen pun menghiasa bagian luar calzone layaknya bintang bertaburan di malam yang gelap.
Kedua adalah piza hitam yang mengambil inspirasi dari Australia, bernama Aussie bacon and egg. Piza ini tercipta dari kebiasaan warga Australia yang sangat menyukai beef bacon dan telur.
"Kebiasaan itulah yang menjadi inspirasi pizza yang satu ini," ujar Ivan.
Terlihat mencolok di tengahnya, telur (goreng) mata sapi bulat menjadi pusat di antara barbeque sauce, mozarella cheese, beef bacon dan onion yang menjadi pizza topping. Rasa telur setengah matang nan basah menjadi paduan yang menarik dengan empuknya roti (setebal 2-3 cm) dan gurih-garing-kenyalnya bacon dan keju.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/aussie-bacon-and-egg-salah-satu-piza-gurih-ala-resto-eatalia_20160113_124354.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/carbonara-piza-salah-satu-piza-gurih-ala-resto-eatalia_20160113_123919.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/cheesy-bacon-deluxe-salah-satu-piza-gurih-di-resto-eatalia_20160113_124042.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pemilik-resto-eatalia-ivan-dengan-piza-carbonara-nya_20160113_124140.jpg)