Teror Bom Molotov
Dalam Penanganan Teror Bom Molotov di Bandung Polisi Tak Boleh Salah, Ini Alasannya
BERBAGAI informasi masyarakat, dinilai penting untuk membantu penyelidikan.
Penulis: dra | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dony Indra Ramadan
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pihak kepolisian meminta peran serta masyarakat dalam membantu mengungkap kasus ledakan yang terjadi di bawah mobil operasional Tv One pada malam pergantian tahun.
Berbagai informasi masyarakat, dinilai penting untuk membantu penyelidikan.
LIHAT JUGA: VIDEO: Warga Rekam Jatuhnya Pesawat TNI di Acara Gebyar Dirgantara di Lanud Adisutjipto
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Sulistyo Pudjo, mengatakan, berbagai hal yang berkaitan dengan perayaan malam tahun baru baik itu foto maupun informasi dari masyarakat dapat menjadi langkah analisa polisi dalam mengungkap kasus ledakan tersebut.
Masyarakat yang mampu memberikan keterangan, bisa mendatangi Polrestabes Bandung maupun Polda Jabar.
"Kami mengumpulkan semua data baik informasi langsung maupun informasi yang telah dikembangkan yang menyangkut TKP. Berbagai hubungan di internet dan info - info dari masyarakat juga kami minta," ujar Pudjo kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Selasa (4/1/2016).
Pudjo mengatakan, dalam menangani kasus ini, pihak kepolisian harus berhati-hati. Bahkan, menurutnya, berdasarkan pengalaman, pengungkapan insiden ledakan perlu waktu 3 bulan.
Maka, ujarnya, informasi yang di dapat baik dari masyarakat, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan data lainnya, perlu analisa mendalam.
"Diharapkan dengan cara ini bisa mencari titik temu. Setiap hari kami evaluasi seluruh hasil temuan. Dalam penanganan kasus ini kami tidak boleh salah," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kabid-humas-polda-jabar-kombes-pol-sulistyo-pudjo-hartono-2_20151108_160447.jpg)