Kamis, 16 April 2026

Inspirasi

Subhannalloh . . ! Taat kepada Ibu, Membuat Pemuda Ini Terkenal di Langit Tapi Tidak di Bumi

Karena terkenal di langit, Rasulullah pun yang tanpa pernah melihat Uwais bisa menceritakan tentang Uwais al-Qarni tersebut.

Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Dedy Herdiana
pinterest.com
Ilustrasi: Cahaya di langit. 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Setiap tanggal 22 Desember, kita semua memperingati Hari Ibu. Kenapa ada Hari Ibu?

Hampir di setiap negara memiliki alasan dan sejarah tersendiri. Di Indonesia, seperti dilansir wikipedia, berawal dari berkumpulnya para pejuang perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatra dan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta.

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Ketika itu Presiden Soekarno yang menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden Nomor 316 tahun 1959.

Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu yang telah melahirkan kita ke dunia.

Bagaimana dalam Islam? Dikutip dari eramuslim.com, tanpa adanya penetapan hari peringatannya tapi Islam mewajibkan setiap anak selalu mengistimewakan seorang Ibu. Mungkin kita tidak pernah menyadari, begitu banyak yang telah dilakukan seorang Ibu.

Ibu mengandung kita selama 9 bulan 10 hari, berjuang melawan rasa sakit ketika melahirkan, mengesampingkan waktu istirahatnya untuk menyusui, juga merawat ketika kita sehat apalagi saat sakit, dan banyak lagi hal lainnya yang mustahil dapat kita hitung dan kita balas seluruh pengorbanannya.

“Seandainya kita diberi kemampuan membayar setiap tetes ASI, tidak akan ada seorang pun yang dapat melunasi jasa Ibu seumur hidup kita”, Sabda Rasulullah.

Bahkan Rasulullah pun banyak disebutkan dalam hadits menjawab dengan kata Ibumu sampai tiga kali ketika seorang umatnya menanyakan tentang siapa yang harus dihormatinya yang pertama, kedua dan ketiga.

Baru jawaban untuk pertanyaan serupa yang keempat, Rasulullah menjawab dengan kata Ayahmu.

Untuk itu, Islam begitu mengistimewakan seorang Ibu, seperti yang banyak kita temui di dalam al-Quran, hadis, dan kisah-kisah teladan.

Halaman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved