Breaking News:

Kecelakaan di Tol Cipali

Tol Cipali Perlu Tambah Rambu dan Optimalkan Fungsi Rest Area

JUGA perlu diberikan alat kejut berupa polisi tidur berjajar di atas jalan

Penulis: cis
Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/DONY INDRA RAMADHAN
Pengamat transportasi publik, Ofyar Z Tamim saat ditemui di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung, Sabtu (7/11/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pengelola jalan tol dan pemerintah harus memberikan perhatian khusus mengenai terjadinya dua kecelakaan mau yang terjadi dalam sepekan ini.

Sebanyak 17 korban tewas akibat kecelakaan di ruas jalan Tol Cipali di Kabupaten Indramayu dalam waktu sepekan terakhir ini. Sebelumnya 11 warga Kabupaten Brebes yang mengendarai Elf hitam tewas di km 137 pada Kamis 3 Desember 2015.

Hari ini sebanyak enam dari 11 penumpang mobil Daihatsu Luxio dengan plat nomor D 1277 ZJ tewas di ruas jalan Tol Cipali Km 128 Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, sekitar pukul 04.11 WIB.

"Ya itu dipastikan kalau dilihat kecelakaan karena faktor manusia. Sebab kalau dari segi kondisi jalan di Tol Cipali sudah oke, kendaraan yang masuk ke tol itu tentunya baik," ujar Pengamat Transportasi ITB, Prof Ir Ofyar Z Tamim, kepada Tribun melalui pesan sambungan telepon, Minggu (6/12).

Ofyar menyebut, lokasi kejadian kecelakaan di Indramayu sudah harus masuk kategori blak spot atau tempat rawan terjadi kecelakaan. Menurutnya, titik tersebut sudah harus ditambah peringatan berupa tambahan rambu-rambu dan imbauan untuk para pengemudi.

Selain itu juga perlu diberikan alat kejut berupa polisi tidur berjajar di atas jalan. Pengejut itu cukup membantu pengemudi agar tidak mengantuk.

"Peringatan itu sangat penting karena kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Indramayu itu terjadi pada dini hari. Kemungkinan besar itu pada ngantuk," kata Ofyar.

Ofyar menambahkan, yang terpenting untuk mencegah terjadinya kecelakaan karena mengantuk, kesadaran pengemudi untuk beristirahat. Jangan sampai pengemudi memaksakan diri mengendarai kendaraan jika mengantuk. Itu mengapa perlu dimaksimalkan fungsi rest area yang ada di Tol Cipali.

"Sangat perlu (rest area. Red) dan kalau bisa diperbanyak dan tentu saja ditingkatkan kesadaran sopirnya melalui peringatan tadi. Karena memang satu ada rest area ya itu salah upaya untuk mengurangi kecelakaan karena mengantuk," kata Ofyar.

Berdasarkan informasi, setidaknya ada delapan rest area di tol sepanjang 120 kilometer tersebut. Dari delapan rest area itu terdapat tipe A dan tipe B.

Untuk rest area tipe A, berukuran besar dan terdapat stasiun pompa bensin, toilet dan mushola. sedangkan rest area tipe B, berukuran lebih kecil tanpa ada stasiun pompa bensin.

Dari delapan rest area itu, empat rest area dari arah Cikopo-Palimanan dan empat res area dari arah Palimanan Cikopo. Res area dari ara Cikopo berada di Km 86, 600, Km 102,300, Km 130,700, dan KM 164,700. Sedangkan dari arah sebaliknya, berada di Km 166,700, Km 130,700, Km 102,800, serta Km 86,600. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved