Pemuda Desa Jati Tewas Setelah Dikeroyok, Polisi Buru Para Pelaku
"Ada satu saksi yang melihat korban ditendang. Tapi masih kami pastikan penyebab pastinya," katanya.
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Kisdiantoro
GARUT, TRIBUNJABAR.CO.ID - Seorang pemuda warga kampung/desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, meregang nyawa diduga dikeroyok sekelompok pemuda. Kejadian tersebut terjadi di salah satu rumah kos di Jalan Terusan Pembangunan, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Tarogong Kidul, sekitar pukul 14.30.
Korban atas nama Anggi Nugraha (25), ditemukan temannya tergeletak di balkon lantai dua. Korban lalu dibawa ke RSUD dr Slamet, Garut namun nyawanya tak bisa diselamatkan.
Dian (21) teman korban, menjadi yang pertama menemukan korban di rumah kos milik Asep Yayan. Ia mendapat pesan singkat temannya jika Anggi dikeroyok sejumlah orang.
"Katanya Anggi sedang dipukuli oleh beberapa orang di atas kosan. Saya langsung berangkat untuk melihat Anggi," ujarnya saat ditemui di kamar mayat RSUD dr Slamet Garut, Senin (30/11).
Saat sampai di lokasi kejadian, Dian tidak menemukan Anggi di dalam kamar kosnya. Dian baru melihat Anggi setelah beberapa kali mencari dan sedang tergeletak di balkon.
"Anggi sudah tergeletak serta ada luka di bagian kepala dan mata. Saya lalu teriak minta tolong dan membawa Anggi ke Puskesmas Tarogong dan langsung dibawa ke RSUD dr Slamet dan diketahui sudah meninggal," katanya.
Kapolsek Tarogong Kidul, AKP Richard Latue, mengatakan bahwa pihaknya baru menerima laporan pemukulan sekitar pukul 16.30. Richard langsung memerintahkan anggotanya melakukan pengecekan ke RSUD dr Selamet.
"Saat anggota ke sana, korban sudah masuk kamar jenazah. Kami langsung koordinasi dengan tim identifikasi dari Polres, dan setelahnya kami pun langsung menuju TKP awal di Jalan Terusan Pembangunan," ujar Richard usai melakukan olah TKP.
Menurut Richard, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku pemukulan. Minimnya saksi di lapangan menjadi kendala untuk mengungkap pelaku.
"Ada satu saksi yang melihat korban ditendang. Tapi masih kami pastikan penyebab pastinya," katanya.
Kepolisian telah memasang garis polisi di tempat kejadian. Menurut Richard, korban sehari-hari bekerja serabutan. Petugas juga sudah dikerahkan untuk mencari pelaku pemukulan. (wij)
