Serba Serbi
Inilah 7 Ciri Pengendara Motor Alay, Anda Termasuk Gak?
Waspadailah pengendara motor dengan ciri-ciri seperti ini
Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNJABAR.CO.ID - Mengendarai motor di jalan bisa saja berbahaya bagi diri sendiri. Ini dilihat dari cara mengemudi,
kelengkapan motor dan kepribadian.
Yang mengkhawatirkan, pengendara motor jenis ini tidak hanya membahayakan dirinya sendiri, tapi juga orang lain.
Sebaiknya hindari mengendara dalam kondisi yang tidak layak. Waspadailah pengendara motor dengan ciri-ciri berikut:
1. Tidak Pakai Helm
Dikutip pulsk.com bagian terpenting tubuh kita adalah kepala. Kalau organ dalam kepala berubah sedikit saja, maka tentunya hal tersebut akan sangat mengganggu kesehatan dan lebih parahnya lagi, kematian pun semakin dekat jika sesuatu terjadi seperti terjatuh lalu kepala terbentur keras.
2. Membawa Penumpang Melebihi Kapasitas
Secara aturan standar lalau lintas, pengendara motor diwajibkan untuk menaiki motor dengan kapasitas 2 orang saja. Makin banyak beban yang dipikul motor, akan menyebabkan berkurangnya kestabilan motor tersebut dan lebih sulit pula untuk dikendalikan.
3. Mempereteli Kelengkapan Motor
Kebanyakan dari mereka berpikir kalau mencopot kelengkapan kendaraan mereka bikin kendaraan mereka seperti motor-motor balap dan lebih enak dipandang. Padahal tanpa spion, resiko kecelakaan bisa lebih besar. Apalagi jika tidak menggunakan lampu, akan sangat rentan terjadi kecelakaan.
4. Jalan Raya Dianggap Sirkuit Gratis
Kebanyakan dari mereka adalah KOMOROD (korban motor road race), yang pengen balapan resmi, tapi gak
kesampean karena gak punya modal serta alasan lainnya. Jika dibandingkan antara sirkuit dan jalan, jelas beda.
Jika nantinya terjadi kecelakaan, lalu siapa yang disalahkan?
5. Belum Cukup Umur Dan Tidak Punya SIM
Hal yang sangat menyedihkan ialah ketika orangtua dari mereka (para remaja) memberikan izin begitu saja kepada anak-anaknya yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM untuk mengendarai motor. Hal tersebut sangatlah berisiko.
6. Knalpot Seperti Suara Kaleng Pecah
Yang dimaksud di sini bukanlah knalpot bekas, namun knalpot yang masuk kategori polusi suara.
7. Konvoi "Tidak Resmi" Hingga Arogan di Jalan
Konvoi liar tentunya membuat banyak orang geram dan merasa terganggu. Rata-rata konvoi seperti ini dilakukan oleh klub motor tidak resmi, geng motor, berandalan, bahkan anak sekolahan.
Konvoi motor itu diperlukan adanya izin dari kepolisian, kalau gak ada izin dinamakan konvoi liar. Kebanyakan dari mereka para anggota yang berkonvoi liar sperti ini bertindak arogan, seperti menghabiskan seluruh bagian jalan, menendang-nendang kendaraan yang tidak mau minggir, selalu merusak.
Hal ini disebabkan nyali mereka cuma ada di saat mereka bergerombol. Jika sendirian, kemungkinan besar para pengendara motor yang berkonvoi tersebut tidak berani teriak-teriak, nendang-nendang atau merusak kendaraan orang lain.
Dalam Berkendara tentunya kita membutuhkan kehati-hatian, selamat sampai tujuan adalah tujuan dari berkendara, dan jangan lupa untuk mematuhi semua peraturan lalu lintas dan peraturan berkendara. (abs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kelompok-motor-wanita_20151117_125735.jpg)