Korupsi Pengadaan Buku Aksara Sunda

DPD KPPP Jabar Menduga Ada Oknum Anggota DPRD Jabar Terlibat Korupsi

DPD KPPP Jabar datang ke Kejati Jabar untuk mendukung penyidik mengusut tuntas kasus yang merugikan negara hingga Rp 2 miliar tersebut.

Penulis: Ichsan | Editor: Dedy Herdiana
jabarprov.go.id
Gedung DPRD Jawa Barat yang baru di Jalan Diponegoro, dilihat dari atas Gedung Sate. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ichsan

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Pemantau Pelaksanaan Pemerintahan (KPPP) Jabar menduga, ada oknum anggota DPRD Jabar yang terlibat kasus dugaan korupsi pengadaan buku aksara Sunda di Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar tahun 2010.

"Kami mendapat informasi saat itu diduga peranan oknum anggota DPRD Jabar dalam menggolkan proyek di Disdik Jabar itu sangat signifikan. Ini artinya proyek buku senilai Rp 4,6 miliar itu jadi bancakan banyak pihak," kata Direktur Eksekutif DPD KPPP Jabar, Jamaludin di kantor Kejaksaan Tinggi Jabar di Bandung, Selasa (10/11/2015).

DPD KPPP Jabar datang ke Kejati Jabar untuk mendukung penyidik Kejati Jabar dalam mengusut tuntas kasus yang merugikan negara hingga Rp 2 miliar tersebut. Pada kasus ini, penyidik telah menetapkan Kadisdik Jabar Asep Hilman sebagai tersangka.

Menurut Jamaludin, pengadaan buku aksara Sunda ini penuh dengan rekayasa. Satu contohnya, kata Jamaludin, pengadaan buku aksara Sunda ini ditujukan hanya untuk siswa SMKN. Padahal, lanjut Jamaludin, jumlah siswa SMKN jauh lebih sedikit dibanding siswa SMAN.

"Guru-gurunya juga belum dibekali untuk mengajarkan aksara Sunda. Jadi pengadaan buku ini memang sembrono dan penuh rekayasa," kata Jamaludin. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved