Komunitas

Komunitas Aeroline Slackline Cimahi Utamakan Sikap Kompetisi

Tali untuk slackline tak bisa sembarangan karena ini menyangkut keamanan dan kenyamanan saat melakukan trik.

Penulis: Taufik Ismail | Editor: Hermawan Aksan
TRIBUN JABAR
Aeroline Slackline. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Taufik Ismail

"HIDUP adalah udunan." Kalimat tersebut dikatakan oleh Arief Wicaksono, seorang pendiri Aeroline Slackline, saat ditanya perjuangan mereka membeli alat-alat slackline.

Yang paling terasa adalah saat membeli tali. Tali untuk slackline tak bisa sembarangan karena ini menyangkut keamanan dan kenyamanan saat melakukan trik.

Sesaat setelah Aeroline dibentuk, mereka patungan untuk membeli tali. "Waktu itu kami beli tali harganya Rp 2,3 juta," ucap pria yang akrab disapa Gawir ini.

Mereka juga patungan membeli matras yang disimpan di bawah tali saat berlatih. Jadi, saat jatuh, mereka tak langsung berbenturan dengan tanah.

Di atas tali itu setiap Sabtu dan Minggu mereka berlatih. Berbagai macam trik mereka coba agar semakin mahir.

Tak hanya berlatih, beberapa anggota Aeroline juga sering ikut lomba. Meski hingga saat ini belum ada piala yang bisa diraih.

"Baru sampai final. Tapi bagi kami, juara itu bonus. Yang penting teman-teman bisa merasakan kompetisi," ucap Gawir.

Ia mengatakan, menjadi juara bukan hal yang utama. Sikap setelah kompetisi yang menurutnya lebih penting.

"Saat melihat orang lain lebih bagus, kami harus menerima. Dan kami harus terus berusaha agar bisa melampaui mereka suatu saat nanti," ujarnya. (*)

Selengkapnya, perihal Komunitas Aeroline Slackline Cimahi ini, bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Minggu (8/11/2015). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved