Keuangan

Sudah Tahu Nilai Rupiah Hari Ini Terhadap Dollar? Kabarnya Menguat

Di pasar spot, kemarin nilai tukar rupiah menguat 1,81 persen dari sehari sebelumnya ke level Rp 14.241 per dollar AS.

Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Petugas teller melayani penukaran mata uang dolar AS dengan rupiah di Bank Mutiara, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Selasa (28/7/2015). Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah 16 poin pada Selasa pagi menjadi Rp 13.430 dibanding sebelumnya di posisi Rp 13.414 per dolar AS. 

JAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot Rabu (7/10/2015) masih melaju kencang hingga ke kisaran 14.000.

Pagi ini rupiah dibuka pada level 14.180, lebih kuat dibandingkan penutupan kemarin pada 14.241.

Data Bloomberg pukul 08.45 WIB menunjukkan, mata uang garuda berada di posisi Rp 14.065 per dollar AS, menguat 176 poin dibanding sebelumnya.

Rupiah melaju kencang setelah dollar AS terpuruk di depan mata uang emerging market. Mata uang garuda memimpin penguatan di kawasan Asia

Di pasar spot, kemarin nilai tukar rupiah menguat 1,81 persen dari sehari sebelumnya ke level Rp 14.241 per dollar AS. Adapun kurs tengah Bank Indonesia kemarin berada di posisi Rp 14.382 per dollar AS, naik 222 poin dibanding kemarin pada14.604.

Hari ini rupiah diperkirakan masih akan terus melaju. Albertus Christian, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan, penguatan rupiah cukup tajam lantaran merespon perubahan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Perubahan yang cukup drastis ini menekan performa dollar AS di hadapan mata uang emerging market termasuk rupiah.

"Sementara ini perkiraannya Fed rate ditunda hingga awal tahun depan," ujar dia seperti dikutip Kontan.

Di samping itu, Christian melihat penguatan rupiah didukung katalis positif dari dalam negeri yakni adanya optimisme pemulihan ekonomi setelah pemerintah menyuntik dana hingga Rp 3,73 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur.

"Katalis positif lain datang dari Deputi Gubernur BI yang menyatakan bahwa rupiah sudah undervalued. Komentar ini memicu minat beli rupiah sehingga menunjukkan penguatan terbaik dalam enam tahun terakhir," katanya. (KOMPAS.com)

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved