Breaking News:

Proyek PLTA Jatigede Sumedang

Warga Cipeles Kabupaten Sumedang Membuat Sumur di Sungai Cimanuk

SEJUMLAH masyarakat yang perkampungannya dilewati aliran Sungai Cimanuk, kini kesulitan mendapatkan air.

RAGIL WISNU SAPUTRA
Anggota Komisi IV DPR RI, Oo Sutisna tengah memperlihatkan foto Warga Cipeles yang mengambil air dari sumur yang dibuat di alirasn Sungai Cimanuk yang mengering benerapa waktu lalu, Minggu (4/10). 

Laporan Ragil Wisnu Saputra

TANJUNGSARI, TRIBUNJABAR.CO.ID  - Akibat penggenangan Waduk Jatigede di musim kemarau yang berada di Kabupaten Sumedang, sejumlah masyarakat yang perkampungannya dilewati aliran Sungai Cimanuk, kini kesulitan mendapatkan air.

Hal itu disampaikan, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Parta Gerindra, Oo Sutisna.

Menurut Oo, pemerintah kurang memperhatikan dampak kedepannya pasca penggenangan Waduk Jatigede di musim kemarau.

"Saat musim kemarau kan debit air di Sungai Cimanuk mengecil, otomatis saat pintu waduk ditutup, aliran Sungai Cimanuk mengering," kata dia kepada Tribun seusai memberikan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Desa Kuta Mandiri, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Minggu (4/10).

Oo mengatakan, akibat Sungai Cimanuk yang mengering, sejumlah petani dibeberapa desa yang dilewati aliran Sungai Cimanuk, terpaksa tidak dapat mengaliri lahan pesawahannya.

Bahkan, kata dia, warga sempat membuat sumur di sungai yang telah mengering tersebut untuk medapatkan air.

"Salah satunya warga Cipeles, mereka membuat sumur di Sungai Cimanuk untuk keperluan sehari-harinya, seperti mencuci, mandi atau memasak," katanya.(*)

Penulis: Ragil Wisnu Saputra
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved