Komunitas

Komunitas Kawasaki Ninja Tanjungsari, Keep Romantic With Ninja!

KOMUNITAS ini memiliki misi ingin merubah pandangan masyarakat.

Editor: Dicky Fadiar Djuhud
istimewa
Komunitas Kawasaki Ninja Tanjungsari yang terbit pada edisi cetak Tribun Jabar, Minggu (27/9/2015). 

KAWASAKI Ninja Tanjung Sari (KNJI), mereka adalah kumpulan atau komunitas penunggang motor Kawasaki Ninja asal Tanjung Sari, Sumedang.

Komunitas ini memiliki misi ingin merubah pandangan masyarakat terhadap komunitas penunggang motor yang selama ini negatif di masyarakat.

Salah satu upaya mereka adalah dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satunya yaitu dengan mengadakan kegiatan buka bersama anak yatim serta bakti sosial kepada masyarakat.

Komunitas KNJI ini berdiri pada tahun 2010, tepat pada tanggal 29 Agustus kemarin komunitas ini merayakan hari jadinya yang ke-5.

"Sebenarnya kita terbentuk pada 18 Juli 2010, namun karena kemaren bertepatan dengan lebaran serta di bulan Agustus jadwal acara padat jadi kami baru merayakan Anniv akhir bulan kemaren," tutur Fauzi Permana (24) Ketua KNJI tersebut.

Dalam acara perayaan ulang tahunya, KNJI mengundang komunitas-komunitas motor dari mulai Bandung hingga daerah lain di Indonesia.

Undangan yang hadir sekitar 1200 rider, tidak hanya penunggang Kawasaki saja tapi juga penunggang motor lain ikut meramaikan acara tersebut.

Anniv ke-5 ini dirayakan di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Jatinangor.

KNJI sendiri sudah berada di naungan KNI (Kawasaki Ninja Indonesia), bersama komunitas- komunitas motor lainnya di Indonesia. Member dari KNJI ini kini sudah mencapai 43 member yang berasal dari daerah Tanjung Sari, Bandung dan Garut.

"Sebenarnya anggota kita sempat mencapai 80 member, cuma karena ada pemutihan, jadi sekarang hanya tinggal 43 member saja," tutur Hilmi Ajis (23) wakil ketua KNJI ketika ditemui di sela-sela kesibukan kuliahnya.

Pemutihan adalah istilah komunitas ini dalam merevitalisasi member aktif KNJI.

"Karena ada beberapa member yang gak aktif, jadi kami anggap mereka telah keluar, karena yang kami harapkan adalah rasa persaudaraan, kekeluargaan, dan kesolidan, kalo mereka hanya numpang nama doang lebih baik kami anggap keluar saja," tutur Ajis sapaan akrab Hilmi Ajis.

Komunitas ini sangat menjungjung tinggi nilai persaudaraan dan kekeluargaan anggotanya. Ketika ada anggota yang dianggap meresahkan dam mencemarkan nama baik komunitas, mereka langsung menindak tegas member tersebut.

"Kami pernah mengeluarkan anggota yang terlibat geng motor," tegas Rudi Deniar (30) pembina sekaligus anggota polisi ini.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved