Kamis, 9 April 2026

Pegawai Negeri Sipil

Pascahari Raya Iduladha, PNS yang Tak Hadir Punya Alasan Kuat

"Berdasarkan data elektronik finger print..."

Penulis: Isa Rian Fadilah | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
shutterstock
Illustrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Laisa Khoerun Nissa

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Tingkat kehadiran Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Provinsi Jawa Barat pascahari raya Iduladha mencapai 100%.

Artinya, tidak ada PNS yang membolos di hari "kejepit" Jumat (25/9).

"Berdasarkan data elektronik finger print atau absensi terintegrasi kehadiran PNS Provinsi 100 persen," kata
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat M Solihin di Bandung, Jumat (25/9).

Adapun bagi PNS yang tidak hadir, katanya, masing-masing memiliki alasan yang kuat.

Diantaranya adalah PNS yang mengajukan permohonan cuti, PNS yang sedang melakukan cuti haji, cuti sakit ataupun tugas belajar.

Namun begitu, Solihin menuturkan BKD masih menunggu data kehadiran pegawai dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum memiliki mesin absen. "Sementara yang belum terpasang mesin absen sedang ditunggu konfirmasi kebenaran datanya dari masing-masing kepala OPD," katanya.

Kepala Bidang Kesejahteraan dan Kedisiplinan BKD Jabar Iip Hidajat mengatakan meski tingkat kehadiran PNS sempurna, namun masih ada PNS yang telat hadir masuk kerja. BKD Jabar pun berencana untuk melakukan kroscek ke setiap OPD terkait kehadiran pada PNS.

"Rencananya hari Senin kita akan kroscek ke lapangan terkait absensi PNS apakah data dari masing-masing OPD itu benar, terutama mengenai PNS yang telat datang (masuk kerja)," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved