Gosip Seleb
Bimbim Slank: "Paru-parunya Mati, Sesaklah Dunia"
Penjarain sih, umumin ke publik, namanya siapa. Selama ini kan cuma imbauan, orang enggak kapok
JAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Penabuh drum grup band Slank, Bimbim (48), menilai bahwa kebakaran lahan dan hutan yang menimbulkan kabut asap selama ini merupakan kesalahan yang telah berulang kali terjadi di Indonesia.
"Kesalahan yang selalu terulang yah, perbuatan manusia sih tepatnya. Hukumnya kurang sanksinya kurang, musti dipenjarain tuh orangnya apalagi perusahaanya, beri pengumuman ke publik kalo dia merusak lingkungan," ujar Bimbim dalam wawancara di kawasan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2015).
(Baca Juga: 18 Penerbangan ke Jambi Ditunda)

ILUSTRASI: (Foto beberapa tahun lalu) Dalam keadaan kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan di Sumatera tampak terlihat Sebuah pesawat SIA tiba Bandara Changi. --- Sunday Times /TRIBUNNEWS.COM
Pria bernama lahir Bimo Setiawan Almachzumi tersebut mengatakan, perbuatan sengaja membakar lahan dan hutan akan berimbas membahayakan manusia.
(Baca Juga: Laga Persib Vs PBFC Terkendala Kabut Asap, Umuh Bilang Begini)
"Dampaknya gila kan Indonesia paru-paru dunia sama Brazil. Paru-parunya mati, sesaklah dunia," katanya.
(Baca Juga: Abdee Slank Tak Tega dan Malah Terharu, Sang Putri Donorkan Ginjalnya)
Bimbim menekankan, perlu ada hukuman tegas untuk para pelaku.
"Penjarain sih, umumin ke publik, namanya siapa. Selama ini kan cuma imbauan, orang enggak kapok," kata Bimbim.

Kabut asap pekat menyelimuti udara pekat di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (15/9/2015) pukul 10.00 WIB. --- TRIBUN/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Titik-titik api terdeteksi ada di wilayah Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
(Baca Juga: Artis pun Berkicau di Twitter Ucapkan Selamat Hari Radio Nasional)
Di Sumatera Selatan terpantau ada 224 titik api menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pada 4 September Presiden Joko Widodo bertemu dengan beberapa pejabat terkait untuk membahas penanganan bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. (Kompas.com/Thalia Shelyndra Wendranirsa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bimbim-slank_1_20150916_194106.jpg)