Succes Story
Hasna Raniyah Mastur Rintis Usaha Tanpa Modal
Sekilas desainnya terkesan simpel, hanya menonjolkan warna yang beraneka ragam. Tapi jangan salah, sepatu itu dibuat dengan modal Rp 0.
COLOURFUL, fantastic dan modesty. Tiga kata itu menggambarkan sepatu beranama Anashoes, buatan Hasna Raniyah Mastur. Sekilas desainnya terkesan simpel, hanya menonjolkan warna yang beraneka ragam. Tapi jangan salah, sepatu itu dibuat dengan modal Rp 0.
Di sebuah rumah kos-kosan di Jalan Dago, Kota Bandung, tampak berantakan. Kertas dan dus-dus sepatu berserakan di lantai kamar. Penyebabnya bukan tidak terurus, melainkan di tempat itu setiap hari Hasna Raniyah Mastur menghabiskan sebagian waktunya untuk mendesain sepatu.
Ketika ditemui Tribun di kediamannya, Hasna tengah asyik menggoreskan ujung pensil ke kertas di meja. Rupaya ia sedang membuat sketsa sepatu wanita bergaya kasual.
"Ini lagi coba-coba inovasi desain baru," ujar Hasna, pemilik Anasshoes.
Sejak kecil, Hasna memang sudah suka berjualan. Waktu sekolah dasar (SD), ia pernah membantu ibunya berjualan kerudung di sekolah.
Yang lucu, saat ia mondok di pesantren setara sekolah menengah atas (SMA), Hasna sempat sembunyi-sembunyi berjualan aksesori wanita kepada teman-temannya di pondok.
Suasana pondok yang terbatas dari lingkuangan luar dimanfaatkan Hasna untuk memenuhi kebutuhan teman-temannya.
"Libur seminggu sekali itu aku manfaatin buat belanja kerudung, kaos kaki, buat dijual lagi di asrama," katanya.
Minat dan kecenderungan Hasna dalam berjualan ternyata tidak dapat dikekang. Meskipun ia masih kuliah di Pasca Sarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) ia tetap menjalankan usahanya. Bahkan, saat ini Hasna semakin gencar mempromosikan produk sepatu bernama Anashoes dengan mengendorse artis.
Sepatu yang ia desain merupakan hasil pengamatannya pada suatu fenomena. Bagi Hasna, mengamati fenomena lingkungan memang menjadi awal ia melangkah membangun usahanya.
Sebab, kata dia, habbit seseorang itu menununjukan kebutuhannya, kalau seorang produsen ingin berhasil dengan produknya, ia harus mengetahui secara pasti apa yang menjadi habbit dan kebutuhan konsumennya.
Adapatasi itu ia ciptakan dengan menyuguhkan prodak sepatu yang colourful dan candy, dengan garansi seumur hidup.
"Kami menyediakan program made by order di mana customer bisa sesuka hati memilih dan mendesain produk sepatu yang mereka inginkan mulai dari warna, size, dan jenis sepatu yang menjadi kebutuhan mereka," katanya.
Ide tersebut muncul dari pengalaman orang-orang di sekitarnya yang kerap kesulitan menemukan sepatu yang cocok, karena warna atau ukurannya tidak sesuai.
Selain itu, ia juga memberikan garansi seumur hidup dan memberikan sepatu gratis bagi loyal customer. Syaratnya, customer sudah melakukan tujuh kali pembelian. Semua ini dilakukan agar tetap dekat dengan customer dan menjalin komunikasi dalam jangka panjang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/hasna-raniyah-mastur_20150906_064150.jpg)