Succes Story

Farah Qoonita Cerdik Manfaatkan Peluang

PUNYA keterampilan desain grafis, membuat Farah Qoonita sering dimintai mengerjakan desain milik teman-temannya.

Editor: Hermawan Aksan
MUHAMAD IRFAN
Farah Qoonita. 

Dalam sekali pengerjaan desain, waktu yang dibutuhkan sekitar tiga hari sampai dua minggu tergantung tingkat kesulitan.

Komisi dari pelanggan langsung masuk ke kantong Pendesain, sekitar 90%. Sedangkan sisanya dimasukkan ke dalam kas Kanan Studio.

"10% dibagi dua lagi. 5% buat dana sosial. Rencana dalam waktu dekat mau baut Kurban. 5% lagi buat upgrading anak Kanan sendiri, misal sertifikat desain," papar Qoonit.

Usahanya pun tidak semulus yang dikira. Kebanyakan permasalahan, bersinggungan dengan pelanggan. Ada yang rewel hingga revisi berkali-kali, ada yang masih ngutang, cuma bayar DP, dan lainnya.

Dari situ Qonit belajar banyak, sehingga terus memperbaiki usaha yang sedang ditekuninya saat ini.

"Dari MOU yang belum jelas sih rata-rata. Intinya mah kita terus belajar," tutur Qoonit.

Awal berdiri, mereka pun gencar mempromosikan bisnis jasanya tersebut, dari via akun media sosial masing-masing hingga menyebarkan portofolio desainnya ke orang-orang.

"Waktu itu kebetulan ada seribu pengusaha di depan gedung sate. Akhirnya kita bagi-bagi portofolio kita di situ. Alhamdulillah ada yang ngerespon," papar Qonit.

Mereka juga ikut The Local Enablers (TLE), yaitu forum bisnis Start Up mahasiswa di Unpad.

"Di situ juga banyak kenalan yang lagi pada berbisnis kan. Pada minta desain ke kita juga," tambahnya.

Kanan Studio kini berkantor di Jalan Riung Mulya V. No. 25, Komplek Riung Bandung, Bandung Jawa Barat.

Meski demikian, dalam bekerja Qoonit dkk bisa mengerjakan tugasnya di mana saja.

Target ke depan, Ia berharap Studionya bisa mempunyai percetakan sendiri.

"jadi kita enggak jual softcopy atau desain, tapi dalam bentuk jadi.Terus punya dan menjual produk sendiri," papar Qonit. Studionya kini juga tengah merekrut beberapa anggota baru. "Berempat doang keteteran. udah ada dua anak magang," tambahnya.

Dengan bisnis yang dijalaninya sekarang, Qoonit sudah bisa memiliki uang saku sendiri. "Ya masih minta sih ke ortu. Tapi lumayan udah bisa beli macem-macem sendiri tanpa ngebebanin ortu," ujar Qoonit. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved