Jumat, 17 April 2026

Petani Garut Ingin Bantuan Akibat Kekeringan Lahan Tidak Disunat

Banyak kelompok yang abal-abal, seharusnya bantuan langsung diberikan kepada para petani

TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM
Sawah yang mengalami puso atau gagal panen di Kampung Sayangheulang, Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk. 

GARUT, TRIBUNJABAR.CO.ID - Para petani di Kabupaten Garut berharap bantuan bagi para korban kekeringan lahan pertanian atau gagal panen tidak disunat. Selama ini, mereka mengeluhkan pemotongan bantuan oleh banyak pihak jika gagal panen terjadi.

Seorang petani asal Kampung Sayangheulang, Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Emer (60), mengatakan bantuan dari pemerintah selalu ada setiap tahun namun disalurkan melalui pihak-pihak tertentu di kawasan tersebut.

"Walaupun ada bantuan, tapi tidak langsung diberikan kepada para petani. Misalnya kepada ketua kelompok tani dulu, ke mana dulu. Padahal banyak kelompok yang abal-abal, seharusnya langsung diberikan kepada para petani," ujarnya, Rabu (26/8).

Selain itu, kata Emer, kekeringan yang melanda kawasan persawahan di kawasan Pantai Sayang Heulang semakin menambah penderitaan para petani. Kerugian yang diderita pun tidak sedikit, sekitar Rp 5 juta per are.

Tanaman padi yang puso akibat kekeringan, katanya, menjadi pakan ternak, seperti sapi dan domba yang digembalakan. Begitupun dengan lahan kebun jagung yang gagal panen.

Petani lainnya asal Kecamatan Cisompet, Usep (40), mengatakan dampak kekeringan tahun ini dirasakan lebih berat dari tahun-tahun sebelumnya. Akibatnya, sejumlah lahan pertanian mengalami gagal panen.

"Sungai di sini sudah kering, mungkin karena banyak hutan yang ditebang jadi kebun. Air sungai yang masih mengalir susah dialirkan ke sawah yang kering karena kesulitan pompa," katanya.

Usep berharap pemerintah segera memberikan bantuan benih sebelum musim hujan tiba. Sebab, kata Usep, sawahnya yang mengalami gagal panen tidak menyisakan butiran padi untuk dijadikan benih.

Kawasan selatan Kabupaten Garut tidak memiliki jaringan irigasi teknis. Sebagian besar sawahnya diairi irigasi desa atau sawah tadah hujan. Jika kemarau berkepanjangan, kekeringan dan gagal panen pun melanda kawasan selatan Garut. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved