Rabu, 15 April 2026

Sendratari Siliwangi Gugat

Pemkab Purwakarta Hadirkan Pertunjukkan Seni di Ruang Publik

PENDOPO Pemkab Purwakarta dan Taman Maya Datar disulap jadi arena sendratari kolosal Siliwangi Gugat, Sabtu (22/8/2015).

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
Pasukan Mataram dikisahkan sedang berperang melawan Kerajaan Pajajaran, dalam Sendratari Siliwangi Gugat di Taman Mayadatar, Purwakarta Sabtu (22/8/2015). (FOTO TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID --- Pendopo Pemkab Purwakarta dan Taman Maya Datar disulap jadi arena sendratari kolosal Siliwangi Gugat, Sabtu (22/8/2015). Tata cahaya dipasang di sejumlah sudut taman.

Pertunjukan seni yang biasanya dinikmati di gedung-gedung kesenian, kali ini digelar tidak biasa. Penonton tidak hanya kalangan kelas menengah, pejabat teras pemerintah namun juga kalangan masyarakat biasa yang menikmati malam minggu di kawasan alun-alun. Semuanya tidak bayar alias gratis.

"Selama ini konsep berkesenian yang berkualitas itu terlalu eklusif, sedangkan kesenian apapun itu milik masyarakat. Coba bayangkan jika konsep kesenian, pertunjukkan drama, teater, sendratari selalu digedungkan, berapa sih yang nonton. Dan satu hal lagi, jangan lupa, bahwa kesenian hidup di tengah-tengah masyarakat," ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di Purwakarta, Sabtu (22/8/2015).

Ia mengaku tidak setuju dengan konsep memfasilitasi kesenian dengan konsep pembangunan gedung kesenian.

"Sering orang bilang gedung kesenian, saya malah tidak fokus kesana. Kesenian berkualitas itu tidak hanya bisa dinikmati di gedung-gedung mewah, namun bisa dinikmati dari berbagai tempat," ujarnya.

Ia menjelaskan, masyarakat memiliki apresiasi yang tinggi terhadap kesenian. Namun, pementasan seni justru kerap berada jauh dan bertarif mahal.

"Itu karena kesenian berbiaya mahal dan tidak bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Akhirnya, masyarakat terpaksa menikmati kesenian yang tidak berkualitas, sehingga kualitas hidupnya sendiri apa adanya dan cenderung tidak berkualitas. Itu kenapa, saya menghadirkan sendratari ini di tengah masyarakat," ujar dia.

Tidak hanya kali ini saja, sepanjang Agustus, agenda budaya dengan menampilkan berbagai bentuk agenda kesenian ditampilkan di ruang-ruang publik. Umumnya dalam bentuk karnaval hingga pawai budaya.

Pekan depan, 29 Agustus, agenda serupa menghadirkan Festival Budaya Dunia yang akan menyajikan berbagai kesenian dan budaya dari 14 negara.(*)

//

#DubSmash DUBSMASH 'AKU GA BANDEL YA MA' LAGI POPULER.. LUCU, NGEGEMESIN.. ARTIS-ARTIS KEPINCUT.. http://bit.ly/1N9pD8uBocah ini mengucapkan janji bahwa ia tak akan pernah nakal lagi.

Posted by Tribun Jabar Online on Sunday, August 23, 2015
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved