Kamis, 9 April 2026

Keuangan

Pelemahan Rupiah Disebabkan Kekhawatiran Pascaperombakan Kabinet

RUPIAH hari ini diprediksi...

Editor: Dicky Fadiar Djuhud
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
Illustrasi perombakan kabinet. Thomas Lembong, Luhut Binsar Pandjaitan, Darmin Nasution, Rizal Ramli, Pramono Anung dan Sofyan Djalil, saat akan dilantik menjadi menteri oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8/2015). (FOTO: KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO) 

JAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Rupiah hari ini diprediksi kembali melemah akibat rilis notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting.

Kemarin (19/8/2015), rupiah versus dollar Amerika Serikat (AS) di pasar spot melemah 0,31% menjadi 13.842,5 dari hari sebelumnya. Sedangkan kurs tengah rupiah di Bank Indonesia (BI) menguat 0,05% ke 13.824.

Trian Fathria, Reserach and Analyst Divisi Tresuri Bank BNI menjelaskan bahwa pelemahan rupiah setelah AS mengumumkan data pembangunan rumah baru per Juli 2015 sebesar 1,21 juta unit.

Ini merupakan level tertinggi delapan tahun.

Bulan sebelumnya, angka itu 1,2 juta unit. BI berusaha mendongkrak rupiah dengan mengetatkan transaksi USD.

Namun, aksi BI hanya mampu meredam pelemahan rupiah karena fundamental ekonomi Indonesia masih lemah.

Analis PT Monex Investindo Futures, Agus Chandra menambahkan, pelemahan rupiah juga disebabkan oleh kekhawatiran pascapresiden Joko Widodo merombak jajaran kabinet pekan lalu.

Para analis menilai, pergerakan rupiah hari ini bergantung pada FOMC Meeting Minutes.

Prediksi Agus, rupiah melemah di 13.800-14.000. Sedangkan Trian menebak rupiah di 13.820-13.870. (*) 

//

#PersibBandungVIDEO: KEHADIRAN ZULHAM M ZAMRUN, MAKIN MANTAP DAYA GEDOR PERSIB BANDUNG.. BISA DIINTIP DI SINI...

Posted by Tribun Jabar Online on Sunday, August 9, 2015
Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved