IIGCE 2015 Jadi Tempat Saling Berbagi Pengalaman Antar Ahli dan Perusahaan

Sejumlah gerai perusahaan geothermal selalu dipadati para pengunjung yang antusias

TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM
Para peserta mengikuti presentasi di gerai Chevron dalam Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2015, Kamis (20/8/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

JAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2015 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Centre pada 19-21 Agustus 2015 menjadi kesempatan warga dan akademisi untuk mengenal serta mempelajari lebih dalam mengenai industri energi geothermal.

Sejumlah gerai perusahaan geothermal selalu dipadati para pengunjung yang antusias dengan presentasi mengenai geothermal. Kue-kue, brosur, buku, suvenir, atau kopi, dibagikan secara gratis kepada para pengunjung.

Seperti di gerai Chevron, para pengunjung antusias mengikuti pemaparan mengenai cara kerja pembangkit listrik tenaga geothermal sampai tentang penyaluran CSR. Setiap pengunjung yang bertanya atau menjawab kuis pun mendapat suvenir.

Ruang-ruang pertemuan pun dihadiri para peserta yang ingin mengikuti pemaparan-pemaparan dari para pemimpin perusahaan geothermal, Kementerian ESDM, dan akademisi. Semua kegiatan tersebut menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya.

General Manager Policy, Government & Public Affairs Chevron Geothermal, Paul Mustakim, mengatakan event ini pun menjadi pertemuan antara para pelaku industri energi geothermal dengan pemerintah.

"Event seperti ini mengumpulkan orang-orang teknik untuk saling sharing, membagi pengalaman, mengikuti konferensi, bahkan meluas pembahasannya ke aspek bisnis, teknikal, sampai legal dengan pemerintah," kata Paul.

Kegiatan yang digelar oleh Asosiasi Panas Bumi Indonesia ini membuat masyarakat dan akademisi bisa belajar sekaligus bertanya-jawab mengenai geothermal. Paul mengatakan Chevron pun ikut berpartisipasi dan mendorong perkembangan panas bumi di Indonesia.

"Apalagi target pemerintah Indonesia ke depannya menyediakan 35 ribu megawatt listrik yang juga merupakan kebutuhan Indonesia. Kami dari Chevron tinggal mengoptimalkan operasi yang sudah ada," katanya.

Event seperti ini, ucapnya, dapat membangun sinergitas antara pelaku geothermal, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah, dalam dunia geothermal. Terlebih, perhatian serta pengetahuan masyarakat mengenai geothermal sudah sangat baik.

Ahli geologi dari Supreme Energy yang juga berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, Ridwan Permana, mengatakan dapat berbagi pengalaman bersama sesama ahli teknik dari perusahaan-perusahaan lainnya, termasuk dari luar negeri.

"Di event seperti ini bisa berbagi bagaimana kesulitan dan banyak hal mengenai penemuan atau solving problem di setiap lapangan atau perusahaannya masing-masing. Menjadi tempat kumpul para technical scientist," kata Ridwan.

Dalam event tersebut, digelar berbagai konferensi mengenai geothermal dengan menghadirkan para pemimpin perusahaan geothermal, Kementerian ESDM, BUMN, dan akademisi. Selain dari Indonesia, turut serta perusahaan dari Amerika Serikat, Jerman, Selandia Baru, sampai Islandia. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved