Band Metal Bandung Gebrak Eropa 1

Agustus, Giliran Derby Inggris yang Disatroni Jasad

Jasad memang bukan band yang asing bagi sebagian penonton di Trutnov. Mereka banyak yang pernah mendengarkan lagu atau musik Jasad.

Penulis: Taufik Ismail | Editor: Machmud Mubarok
DENY SANTIKA FERMANA
Personel band Jasad dari kanan Man Jasad (vokal), Abaz (drummer), Yuli (basis), dan Ferly (gitar), saat berlatih di sebuah studio di kawasan Ujungberung, Kamis (30/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Taufik Ismail

SEBUAH panggung di Kota Trutnov, Republik Ceko, menjadi saksi sejarah. Untuk pertama kalinya, band musik metal Jasad manggung di Eropa. Ini juga menjadi awal Bandung Blasting Euro Tour 2015.

PADA 11 Juli sekitar pukul 17.00 waktu Ceko, Man, Ferly, Yuli, dan Abaz naik ke panggung Obscene Extreme Metal Festival 2015. Selama 30 menit, mereka menggebrak dan menghibur penonton yang hadir di acara tersebut.

Tak hanya itu, sehari setelahnya Jasad tampil di After Show Party. Hanya ada lima band yang manggung pada hari tersebut. Selama kurang lebih satu jam, Jasad beraksi di depan penggemar musik metal.

Perjuangan Jasad untuk tampil di Obsecene Extreme tak mudah. Meski sudah berkenalan dan berkomunikasi dengan pihak Obscene Extreme sejak 2005, Jasad belum berkesempatan manggung di sana.

"Di tahun 2013, Obscene Extreme bikin acara di Jakarta. Kami tampil di acara itu," kata sang vokalis Jasad, Man, kepada Tribun di kawasan Ujungberung, Kota Bandung, Rabu (29/7).

Setahun kemudian, teman dekat Jasad, John Resborn dari The Metal Rebel, bekerja sama dengan mereka. John diminta untuk mewujudkan mimpi Jasad untuk mencari festival musik metal berskala besar di Eropa yang tahu band-band Bandung.

Pria asal Swedia itu pernah membuat buku tentang Jasad. Berbekal compact disc (CD), di awal tahun ini John menawarkan band-band Bandung ke beberapa festival.

Di Ceko, John bertemu dengan pihak Obscene Extreme. Gayung bersambut, penyelenggara menginginkan Jasad untuk tampil di acara tersebut bersama 69 band metal lainnya dari seluruh dunia.

"John kemudian jalan ke Wacken. Di sana penyelenggara cuma hafal dua band, Burgerkill dan Jasad," tutur Man. Dan akhirnya yang tampil di Wacken adalah Burgerkill.

Ia menambahkan, karena waktu terlalu mepet, banyak festival musik yang sudah penuh pengisi acaranya. Namun perjuangan gigih mereka berbuah manis. Pada Agustus ini, tepatnya tanggal 9, Jasad dan Burgerkill akan unjuk gigi di Bloodstock Festival di Kota Derby, Inggris.

"Penyelenggaranya bilang, mereka mengundang tapi tidak akan memberi ongkos (perjalanan)," ucap Man. Hal ini disanggupi Man dan kawan-kawan. Kesempatan bermain di Eropa memberi mereka semangat dan energi untuk menghadapi rintangan dan hambatan.

Apalagi, pada Desember tahun lalu, Man pernah bertemu dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Waktu itu, Kang Emil berkomentar anak-anak band Bandung jangan hanya unjuk gigi di negeri sendiri. "Budak Bandung tong (jangan, Red) jago kandang," ujar Man menirukan ucapan Emil.

Selama kurang lebih enam bulan, mereka mempersiapkan diri. Tak hanya mengenai performa mereka saat tampil, tapi juga dana untuk pulang pergi Indonesia-Ceko termasuk perjalanan ke Inggris. Man menuturkan, untuk bisa tampil di luar negeri, terutama Eropa, band-band Bandung harus mempersiapkan mental. Ketika ada satu rintangan, mereka harus punya sikap pantang menyerah.

Misalnya saja ketika akan berangkat ke Ceko, Jasad mendapat waktu wawancara visa tanggal 9 Juli. Padahal mereka dijadwalkan tampil tanggal 11 Juli.

"Kalau yang mentalnya tidak kuat, pasti langsung menyerah," tuturnya. Namun berkat upaya yang dilakukan, mereka bisa melakukan wawancara beberapa hari sebelum hari yang dijadwalkan.

"Ada keajaiban lain. Ini yang tidak masuk akal. Rombongan kami itu dapat masuk Ceko tidak berbarengan. Ada yang tanggal 6 dan 7 Juli. Kami semua datang tanggal 6, tapi alhamdulillah semua bisa masuk," kata pria yang kerap mengenakan iket Sunda ini.

Man, yang juga koordinator Bandung Blasting, mengatakan, tampilnya band-band Bandung di luar negeri menunjukkan bahwa barudak Bandung punya kreativitas yang sejajar dengan band luar negeri.

"Ketika banyak pihak yang mendatangkan band luar ke dalam negeri, band asal Bandung justru tampil di luar negeri. Banyak band lain yang juga layak manggung di luar negeri," ucap Man.

Dan akhirnya, waktu mereka untuk tampil datang. Bermain musik di Obscene Extreme menjadi pembuktian Jasad.
Jasad memang bukan band yang asing bagi sebagian penonton di Trutnov. Mereka banyak yang pernah mendengarkan lagu atau musik Jasad. Namun baru kali ini mereka akhirnya bisa bertemu dengan urang-urang Bandung yang meledakkan Eropa. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved