PPDB 2015 Kota Bandung
Sejumlah Guru Honorer Kota Bandung Datangi Balai Kota
Menurut Yanyan, tiga tahun kedepan sistem PPDB akan membunuh keberadaan sekolah swasta
Penulis: Tiah SM | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Belasan orang yang tergabung forum komunikasi guru honorer (FKGH) Kota Bandung mendatangi Balai Kota, Selasa (14/07/2015).
Kedatangan FKGH Kota Bandung memprotes kebijakan Wali Kota Bandung Ridwan karena sistem PPDB di Kota Bandung menghambat perkembangan sekolah swasta di Kota Bandung.
"Kurangnya siswa membuat guru swasta kehilangan jam mengajar yang berakibat kehilangan kesempatan untuk sertifikasi," ujar Ketua FKGH Kota Bandung Yanyan Herdiyan.
Menurut Yanyan, tiga tahun kedepan sistem PPDB akan membunuh keberadaan sekolah swasta dan sekitar 7 ribu guru honorer swasta bakal kehilangan pekerjaan.
Yanyan mengatakan penambahan siswa ke sekolah negeri akan menimbulkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dibawah standar dan tidak nyaman bagi siswa karena kelebihan kapasitas.
"Penambahan siswa di sekolah negeri tidak adil dan melawan hukum," ujarnya.
FKGH meminta transparansi tentang sistem IT selama pelaksanaan PPDB namun sistem IT yang berlaku sekarang membingungkan masyarakat, dan tidak adil.
"Tidak ada penjelasan pasti siapa-siapa saja, yang diterima di jalur akademik, afirmasi dan jalur lainnya. Selain itu, FKGH juga meminta menghentikan penambahan titipan atau tambahan di luar jalur PPDB," ujar Yanyan.
Menurut Yanyan setiap tahun selalu ada siswa siswi titipan pejabat, yang tidak ada di daftar saat penerimaan siswa. Tapi tiba-tiba ada di absen, dan jumlahnya membludak.
FKGH juga berharap Wali Kota Bandung engganti posisi Kepala Dinas Pendidikan setelah dua tahun menjawat. Karena
dinilai gagal melaksanakan sistem PPDB yang baik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/guru-honorer-aksi_20150714_135409.jpg)