Jumat, 17 April 2026

Miras Oplosan

Miras Oplosan Kembali Renggut Korban di Kabupaten Garut

MEREKA langsung mendapat perawatan intensif di IGD karena mengalami gejala keracunan parah.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR / M SYARIF ABDUSSALAM
Humas RSUD dr Slamet Garut, Ade Sunarya, bersama korban miras oplosan, Bobby, Kamis (9/7/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

GARUT, TRIBUNJABAR.CO.ID - Malang menimpa Bobby dan Fahmi. Sepasang sahabat yang sama-sama berumur 15 tahun dan tinggal di Kampung Cibelik, Kelurahan Regol, Kecamatan Garutkota, ini menjadi korban keracunan setelah menenggak minuman keras oplosan.

Bobby yang duduk di kelas 1 SMA dan Fahmi yang masih kelas 3 SMP ini dibawa ke RSUD dr Slamet Garut, Selasa (7/7/2015) malam. Mereka langsung mendapat perawatan intensif di IGD karena mengalami gejala keracunan parah.

Humas RSUD dr Slamet Garut, Ade Sunarya, mengatakan Fahmi mengalami gejala keracunan sangat parah sampai mengalami kritis, kemudian koma. Akhirnya, Fahmi meninggal dunia keesokan harinya dan langsung dimakamkan.

"Sedangkan Bobby masih dalam perawatan intensif dan semoga saja semakin membaik. Mereka mengalami mual dan muntah. Sempat dehidrasi sehingga harus diinfus," kata Ade, Kamis (9/7/2015).

Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, mereka mengalami keracunan setelah meminum minuman keras oplosan. Minuman tersebut didapatkan Fahmi dengan cara membeli langsung di sebuah kios.

"Kami masih fokus menangani pasien dan belum memastikan minuman jenis apa yang mereka konsumsi sebelum mengalami gejala keracunan. Yang jelas, kami khawatir dan berharap ini tidak terjadi lagi, apalagi seperti Desember lalu," kata Ade.

Tokoh warga Kampung Cibelik, Dindin Herdiana, mengatakan diduga Bobby dan Fahmi meminum minuman keras oplosan tersebut bersama lebih dari tiga temannya. Dindin melihat mereka berkumpul di kawasan Tempat Pemakaman Umum Panyirepan.

"Mereka membeli minuman keras itu dari sebuah toko di kawasan kota. Mereka memang biasa nongkrong di makam sampai malam-malam. Dari sekelompok yang minum-minum itu, hanya Bobby dan Fahmi yang parah dan sampai dibawa ke rumah sakit," katanya.

Dindin menyayangkan kejadian ini terjadi pada Ramadan, menjelang Lebaran. Para korban ini kata Dindin, memiliki masalah keluarga, terutama Bobby.

Sebelumnya pada Desember 2014, sebanyak 21 pemuda dan pemudi Garut mengalami gejala keracunan setelah menenggak minuman keras oplosan jenis ceribel. Sebanyak 17 di antaranya meninggal dunia. (*)    

Bagaimana tindakan aparat kepolisian atas peristiwa ini, bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Jumat (10/7/2015). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

#MozaikRamadhan[VIDEO]: IKUTI SUNNAH NABI, BEGINI CARA BERWUDHU HANYA GUNAKAN SEGELAS AIR.---->http://bit.ly/1J5zN6pRasulullah shalallahu alaihi wasallam berwudhunya hanya dengan 1 mud air.

Posted by Tribun Jabar Online on Wednesday, July 8, 2015
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved