PPDB 2015 Kota Bandung
Pendaftar Tergusur di PPDB karena Sistem dan Daya Tampung Sekolah
"Sekarang kan melalui sistem, yang menentukan bukan sekolah," ujar Nandi
Penulis: dra | Editor: Kisdiantoro
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Kepala Sekolah SMPN 13 Bandung, Nandi Supriadi, mengatakan, terlemparnya salah seorang pendaftar yakni anak dari Kiki Sukiman (42) disebabkan oleh sistem yang berlaku dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Selain itu, Nandi menuturkan, Nem terendah pun terus berubah lantaran adanya pendaftar baru. Bisa saja, lanjut dia, yang bersangkutan tergeser dengan pendaftar lainnya yang Nem-nya lebih besar.
Hingga pukul 11.00 WIB tadi, Nem pendaftar terakhir di SMPN 13 sendiri berada di angka 275,9. Sedangkan Nem anak Kiki berada diangka 274,5.
"Sekarang kan melalui sistem, yang menentukan bukan sekolah," ujar Nandi kepada Tribun saat ditemui di SMPN 13 Bandung, Jalan Mutiara Kota Bandung, Sabtu (4/7/2015).
Nandi juga mengatakan, adanya pergeseran siswa pendaftar ini pun dilatarbelakangi oleh kuota SMPN 13 sendiri. Untuk tahun ini daya tampung di SMPN 13 sendiri sebanyak 224 yang dibagi kedalam 7 rombongan belajar (kelas).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 116 siswa berasal dari pendaftar jalur non akademik. Satu orang dari jalur afirmasi mengundurkan diri. Sehingga, untuk jalur akademik SMPN 13 menyisakan 109 kuota.
Sementara, untuk kuota 108 yang disiapkan untuk jalur akademik ini dibagi tiga yakni untuk kuota dalam wilayah sebanyak 54, luar wilayah 44 untuk luar kota 11.
"Kebanyakan yang mendaftar kesini itu rata-rata dari dalam wilayah," katanya.
Kiki Sukiman (42) mengaku heran dengan aturan dalam wilayah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2015 ini. Pasalnya, anaknya terlempar dari SMPN 13 Bandung padahal lokasi rumahnya dengan sekolah tak kurang dari 1 kilometer.
Kiki menuturkan, ia mendaftarkan anaknya ke SMPN 13 Bandung per tanggal 29 Juni melalui jalur akademik. Nem anaknya berada diangka 274,5. (dra)