Minggu, 17 Mei 2026

Daging Busuk

Ditemukan Kontainer Pendingin Berisi Daging Sapi Busuk di Bandung

Daging sapi itu kiriman dari Cianjur, Cileungsi, dan Australia

Tayang:
Penulis: cis | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Kontainer pendingin yang berisi daging sapi busuk di pabrik es di Jalan Kebon Sirih, Kecamatan Sumur Bandung, Jumat (3/7/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sebanyak sepuluh ton daging sapi ditemukan membusuk di kontainer pendingin di pabrik es tak jauh dari Gedung Pakuan atau tepatnya di Jalan Kebon Sirih, Kecamatan Sumur Bandung, Jumat (3/7). Daging sapi itu kiriman dari Cianjur, Cileungsi, dan Australia sesuai dengan label pada pembungkus daging beku tersebut.

Informasi yang dihimpun Tribun, penemuan daging sapi busuk itu berawal dari kecurigaan anggota Polsekta Sumur Bandung yang mencium bau bangkai. Lantas anggota Polsekta Sumur Bandung melakukan penelusuran dan menemukan kontainer di dalam pabrik es di Jalan Kebon Sirih.

Anggota pun langsung melakukan pengecekan dengan membuka isi kontainer tersebut. Ditemukan sejumlah daging yang sudah berubah warna menjadi hijau dan mengeluarkan bau busuk.

Setelah dikembangkan kontainer tersebut tempat penyimpanan daging yang disewa pelaku usaha daging sapi, yakni B dan N. Kedua pelaku usaha daging sapi itu pun ternyata memiliki usaha pengolahan daging sapi yang berada di komplek pertokoan di Jalan Kebon Jati.

Berdasarkan pantauan Tribun di lapangan, lokasi pengolahan daging itu memproduksi bakso, dendeng, abon, dan kerupuk paru. Adapun hasil daging olahan itu disimpan di dalam lemarin pendingin yang sudah terbungkus dalam kemasan.

"Masalah proses pengolahannya seperti apa dan apakah ada kaitannya dengan temuan daging sapi busuk di kebon sirih masih kami selidiki," ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Angesta Romano Yoyol ketika ditemui usai mengecek kontainer pendingin di Jalan Kebon Sirih.

Yoyol mengatakan, B dan N sendiri kita tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polsekta Sumur Bandung. Mulai dari cara pembelian daging, pengolahan daging, penyebaran hasil daging olahan, dan izin usaha yang mereka kantongi.

"Mereka sudah melakukan usaha tersebut enam bulan lamanya. Informasinya daging sapi yang mereka simpan dan daging olahan yang mereka produksi itu diedarkan ke pasar, kafe, dan restoran," ujar Yoyol.


Kontainer pendingin yang berisi daging sapi busuk di pabrik es di Jalan Kebon Sirih, Kecamatan Sumur Bandung, Jumat (3/7/2015). -- TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S

Terkait dengan daging sapi olahan, Yoyol akan melakukan koordinasi dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Bandung. Hal itu untuk mengetahui kandungan bahan yang ada dalam makanan olahan daging sapi yang diproduksi di Jalan Kebon Jati.

"Sejauh ini kami akan terapkan UU konsumen dan UU Pangan jika memang terjadi pelanggaran. Dan kami masih mendalami kasus ini dan mencari keterlibatan pihak-pihak lain," kata Yoyol. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved