Pencegahan Praktik Prostitusi
Camat Andir Akui Tak Berdaya Hadapi PSK Saritem
Nofidi mengatakan, justru setelah Saritem ditutup 2007, Pemkot Bandung malah kesulitan memantau
Penulis: Tiah SM | Editor: Dedy Herdiana
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Camat Andir, Nofidi Eka Putra mengakui tak berdaya menghadapi pekerja seks komrsial (PSK) Saritem terus bermunculan walau sudah ditutup.
"Jika tidak ada penyelesaian secara komprehensif, masalah prostitusi di Saritem, tidak bisa diselesaikan dengan tuntas," ujar Nofidi di Balai Kota, Selasa (30/06/2015).
Menurut Nofidi, menyelesaikan masalah Saritem tidak mudah apalagi selama ini, program pemerintah hanya berlaku di hulu sedangkan program di hilir tidak diselesaikan.
"Selama ini hanya dijaring, didata, didenda terus dilepas, sebagian diberi keterampilan sudah itu tak ada kelanjutan," ujar Nofidi.
Nofidi mengatakan, justru setelah Saritem ditutup 2007, Pemkot Bandung malah kesulitan memantau, dan melakukan pembinaan. Karena kegiatan jadi terselubung.
"Kalau dulu, kita bisa melakukan pembinaan, bahkan tes kesehatan setiap minggu, sekarang tidak ada lagi sehingga khawatir penyakit HIV berkembang," ujar Nofidi.
Nofidi menggambarkan, sulitnya menyelesaikan masalah prostitusi di Saritem, lantaran, banyak pihak yang bergantung dari sisi roda perekonomian. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/warga-saritem-mengeluh-ke-ridwan-kamil_20150529_212540.jpg)