Batu Akik Pancawarna Sisa Cinderamata KAA Dijual di Pameran

Yudi menjelaskan, sertifikat keaslian batu dibuat oleh Gemolog pemilik Laboratorium Gem Afia, Sujatmiko.

Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM
Yudi Nugraha, pemilik Lasminingrat Gemstone, saat menjukkan kepingan batu pancawarna yang siap dibentuk jadi liontin untuk cenderamata KAA, Kamis (16/4/2015). 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Galeri batu akik asal Garut, Jawa Barat, Lasminingrat Gemstone, menjual sisa liontin batu pancawarna, souvenir Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015 pada Pameran Batu Akik, Bandung Gemstone Fair 2015 di Bandung Convention Centre, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Minggu (7/6/2015).

Lasminingrat Gemstone membanderol liontin perak bermata batu pancawarna jenis Edong tersebut dengan nilai Rp 15 juta per biji.

"Kami jual dengan harga Rp 15 juta beserta box dan sertifikat," ujar pemilik Lasmningrat Gemstone, Yudi Nugraha saat ditemui di stannya, Minggu sore.

Yudi menjelaskan, sertifikat keaslian batu dibuat oleh Gemolog pemilik Laboratorium Gem Afia, Sujatmiko. Dalam sertifikat, batu tersebut bernama natural multicolor picture agate.

Lebih lanjut Yudi menambahkan, liontin batu tersebut merupakan sisa dari 115 batu yang khusus dibuat untuk peringatan 60 Tahun KAA.

Liontin-liontin itu, sambung Yudi, sudah diserahkan kepada Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, untuk dibagikan kepada istri para kepala negara peserta KAA. "Kebetulan tinggal 2 buah lagi," ujarnya.

Selain dia dan istrinya yang memakai liontin edisi terbatas tersebut, ada beberapa istri pejabat yang juga memakainya.

"Ada yang terjual ada juga yang dipakai sama Ibu Bupati Garut, Ibu Wali Kota Bandung dan Ibu Kapolres Garut," tandasnya. (KOMPAS.com/Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana)

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved