Atlet Silat Terbaik Cianjur Rela Jadi Penjaga Warnet
Beberapa pelatih cabang olahraga mengeluh, akibat dari belum dibayarkannya bonus Porda,
Penulis: Dian Nugraha Ramdani | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dian Nugraha Ramdani
CIANJUR, TRIBUNJABAR.CO.ID - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cianjur terkesan menjawab sekenanya ketika ditanyai oleh wartawan, terkait bonus Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2014 dan dana operasional untuk para atlet dan ofisial di beberapa cabang olahraga yang belum dibayarkan.
Pasalnya, ada beberapa pelatih cabang olahraga mengeluh, akibat dari belum dibayarkannya bonus Porda, atlet-atlet binaan mereka lari dari proses latihan dan memilih profesi lain yang secara finansial lebih menguntungkan.
"Saepul Bahri, pesilat juara I di Piala Pangdam se-Jabar dan Banten, termasuk yang terbaik dari Cianjur saat Porda kemarin, harus rela menjadi penjaga warnet di Sukanagara. Dia harus berhenti latihan silat demi uang Rp 400 ribu sebulan. Kemudian, atlet binaan saya yang lainnya, Agus. Dia harus meninggalkan profesinya sebagai atlet karena harus bekerja di minimarket di Cidaun. Ini tidak akan terjadi kalau perhatian Koni baik," ujar Dodi Sudarma kepada Tribun di Cianjur, Kamis (21/5/2015).
Ditemui di Gedung KONI Cianjur, Humas KONI Kabupaten Cianjur Esa Mahendra menuturkan permasalahan bonus maupun tunjangan sebenarnya berada pada kepengurusan yang dipimpin almarhum Dedih Satria Priatna. Dan kepengurusan baru pimpinan Dony, tidak tahu apapun.
Terlebih, baru pada Januari lalu kepengurusam KONI Cianjur dilantik. Dan soal kesejahteraan atlet, baru akan diajukan pada APBD perubahan.
"Kalau sudah ada pasti didistribusikan namun karena pencairannya harus menunggu dari Pemda. Kalau APBD Perubahan biasanya akhir tahun. Tapi nominalnya belum kami rapatkan. Kami sedang berbenah dulu, karena kami merasa harus mulai dari awal membangun KONI ini setelah wafatnya pimpinan yang dulu," ujarnya.
Esa pun enggan berkomentar soal kepengurusan yang lama. Menurutnya, dari sekian banyak pengurus KONI Cianjur yang menjabat, lima diantaranya merupakan pengurus lama. (*)
//SUNGGUH MENGENASKAN . . . PENDERITAANNYA SEBELUM MENINGGAL SANGATLAH LENGKAPBACA ==> http://bit.ly/1EZMy0fIa meninggal setelah disekap dan dianiaya majikannya selama 6 tahun
Posted by Tribun Jabar Online on Thursday, May 21, 2015