Dampak Gempa Nepal
Wanadri dan MER-C Berangkatkan Tim Relawan ke Nepal
Tim akan mengalami dua kali transit di Kuala Lumpur (Malaysia) dan Dhaka (Bangladesh) sebelum bisa mendarat di Kathmandu (Nepal).
Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Wanadri Bandung bekerjasama dengan MER-C memberangkatkan tim relawan ke Nepal untuk memberikan pertolongan kepada para korban. Tim pertama yang terdiri atas 9 orang relawan, berangkat ke Nepal, Senin (4/5) sekitar pukul 04.40. Tim menggunakan maskapai penerbangan Malaysia Airlines nomor penerbangan 726.
Tim akan mengalami dua kali transit di Kuala Lumpur (Malaysia) dan Dhaka (Bangladesh) sebelum bisa mendarat di Kathmandu (Nepal). Apabila lancar, tim dijadwalkan akan tiba di Nepal pada pukul 12.50 waktu setempat.
Tim pertama dengan keahlian medis dan SAR terdiri atas Saleh Sudradjat (Ketua Tim), dr. Hadiki Habib, SpPD (Wakil Ketua Tim), dr. Ratih Citra Sari, Rita Elseria Tambunan, Islamiah Samaun, Purwasunu Adriansyah, Rohmat Sopian, Dadang Mokhamad Rizal dan Widi Kusnadi Sunardi. Sementara Tim Kedua yang merupakan Tim Bedah dengan keahlian multi spesialis akan berangkat menyusul ke lokasi bencana.
Dalam rilisnya disebutkan, sasaran kerja Tim Pertama MER-C dan WANADRI adalah di luar kota Kathmandu. Hal ini berdasarkan pertimbangan di dalam kota Kathmandu diperkirakan sudah banyak bantuan dan relawan yang bekerja. Tim akan mencari wilayah bencana terparah lainnya di luar ibukota Nepal yang terpencil dan masih minim bahkan belum terjangkau bantuan medis.
Sebagai Tim Pertama, tugas tim mencakup penilaian (assessment) kondisi terkini di lapangan, melakukan pengobatan dengan sistem mobile clinic dan Search Rescue. Pengobatan dengan sistem mobile clinic dinilai efektif untuk dapat menjangkau korban-korban gempa di wilayah terpencil yang belum mendapat bantuan medis.
Tugas penting lainnya yang diemban tim pertama adalah mempersiapkan kedatangan Tim Bedah, yaitu identifikasi korban-korban yang memerlukan tindakan operasi dan mencari Rumah Sakit atau tempat yang masih bisa digunakan untuk melakukan tindakan operasi bagi para korban gempa.
Sementara itu, sejumlah relawan medis dengan berbagai keahlian diantaranya Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, Dokter Spesialis Anastesi dan juga perawat bedah telah menyatakan kesiapannya untuk bertugas sebagai Tim Kedua ke Nepal. Tim Kedua yang merupakan Tim Bedah ini akan berangkat ke Nepal segera setelah adanya informasi dari Tim Pertama. (mac/tribunjabar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gempa-nepal2_20150428_110438.jpg)