Prostitusi Online
Prostitusi Online di Bandung, Wanita Lebih Bohay Lebih Mahal
Semakin ideal bentuk tubuhnya, maka tarif pelayanannya pun semakin mahal.
Penulis: cis | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Tiga pria warga Kota Bandung, RPM (29), IC (33), dan AR (20) menjadi tersangka kasus prostitusi online.
Kepada wartawan, seorang mucikari di Kota Bandung, RPM (29) mengaku hanya menaungi delapan wanita pekerja seks komersial (PSK) dalam praktik prostitusi online yang dilakukannya.
Adapun selebihnya itu hanya titipan.
RPM mengaku, harga wanita yang dijajakannya disesuaikan dengan bentuk tubuhnya.
Semakin ideal bentuk tubuhnya, maka tarif pelayanannya pun semakin mahal.
"Kalau tamu baru dapat tiga orang karena saya baru begini itu awal tahun ini. Saya sistemnya tidak mematok imbalan dari setiap transaksi tapi terserah anak-anak ngasihnya," kata RPM ketika ditemui di Polrestabes Bandung, Rabu (29/4/2015).
Adapun praktik prostitusi yang dilakukannya dengan cara berkomunikasi dengan pelanggan melalui grup blackberry atau pesan blackberry.
"Sebenarnya saya nawarinnya untuk ladies karaoke tapiada yang butuh duit dan akhirnya nawarin diri. Kalau ada tamu yang mau baru saya sambungin," kata RPM.
Ketiganya menjajakan wanita-wanita cantik melalui media sosial dan pesan Blackberry.
Ketiga tersangka itu dibekuk di sebuah hotel di Jalan Asia Afrika.
AR ditangkap di sebuah kamar Selasa (28/4/2015) sekitar pukul 21.00.
Sedangkan RPM dan IC ditangkap di hotel yang sama pada Rabu (29/4/2015) sekitar pukul 00.30.
Ketiganya diduga melakukan transaksi perbuatan cabul dengan menjual wanita kepada lelaki hidung belang dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,5 juta.

UN (20) mengaku baru pertama kali menjajakan dirinya melalui praktik prostitusi online yang dilakukan AR.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pelaku-prostitusi-online-tengah-diperiksa_20150430_183349.jpg)