Rabu, 22 April 2026

Lihat Kekejaman di Suriah, Anggota Dewan Keamanan Menangis

Pemerintah Suriah membantah melakukan serangan di Idlib tersebut.

Editor: Dedy Herdiana
BBC
Korban serangan gas klorin dirawat di satu klinik di Desa Sarmin, Suriah barat laut. 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Para anggota Dewan Keamanan PBB menangis ketika menyaksikan video yang memperlihatkan "serangan gas klorin" di Suriah barat laut bulan lalu.

Video ini antara lain merekam bagaimana tim dokter berupaya membantu tiga anak, semuanya di bawah empat tahun, yang menjadi korban serangan. Namun, upaya ini tak membuahkan hasil.

"Para anggota delegasi (di Dewan Keamanan) menangis ketika melihat video. Banyak di antaranya yang mengatakan tindakan itu sangat kejam," kata Zaher Sahloul, Ketua Asosiasi Dokter Suriah, kepada BBC, seusai menghadiri pertemuan di Dewan Keamanan.

"Banyak yang menyarankan agar organisasi yang melarang pemakaian senjata kimia, OPCW, turun tangan dan melakukan investigasi," ujarnya.

Dibantah tentara Suriah

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Samantha Power, mengatakan, video ini membuat dia sedih dan terpukul serta menegaskan pihak-pihak yang bertanggung jawab harus diajukan ke pengadilan.

Pemerintah Suriah membantah melakukan serangan di Idlib tersebut.

Dokter-dokter Suriah kepada Dewan Keamanan menuturkan bahwa beberapa helikopter berputar-putar di atas Desa Sarmin.

Setelah itu, terdengar suara keras dan bau gas yang sangat menyengat yang membuat orang-orang kesulitan bernapas.

Kesaksian para dokter ini memperkuat klaim yang disampaikan para aktivis tentang dugaan pemakaian gas klorin.

Menurut beberapa laporan, setidaknya empat orang tewas dan lebih dari 200 orang lainnya luka-luka dalam serangan yang kuat diduga menggunakan gas klorin tersebut. (BBC Indonesia)

//

## WASPADA !!! BEGAL MOTOR BELUM ABIS, CEWEK ABG JADI INCARANNYA . . .http://bit.ly/1Dr2vyGBegalnya kenalan dulu lewat jejaring sosial facebook

Posted by Tribun Jabar Online on Friday, April 17, 2015
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved