Ujian Nasional
Orang Tua Siswa SMAN 20 Keberatan Ambil Kartu UN
Ia mengatakan, dengan adanya kebijakan ini, secara tidak langsung pihak sekolah menahan kartu UN anaknya apabila belum membayar SPP.
Penulis: dra | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dony Indra Ramadan
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sejumlah orang tua siswa keberatan dengan aturan di SMAN 20 Bandung yang meminta orang tua siswa mengambil kartu Ujian Nasional (UN) anaknya. Orang tua siswa, mengindikasi adanya penahanan kartu UN.
Elvira Zeyn, salah seorang orang tua siswa kepada Tribun mengaku heran orang tua yang harus mengambil kartu UN anaknya. Ia mengatakan, dari informasi yang didapat dari anaknya, orang tua datang ke sekolah untuk mengambil kartu sekaligus membayar iuran SPP.
"Anak saya tadi telepon, katanya harus orang tua yang datang, untuk minta tanda tangan pembayaran SPP. Ini kan sudah menyalahi, sudah mengaitkan SPP dengan ujian," ujar Elvira kepada Tribun melalui sambungan telepon, kamis (9/4/2015).
Ia mengatakan, dengan adanya kebijakan ini, secara tidak langsung pihak sekolah menahan kartu UN anaknya apabila belum membayar SPP. Ia mengatakan, tidak seharusnya pihak sekolah memberlakukan kebijakan seperti itu.
"Secara tidak langsung itu ada penahanan, karena kan tidak perlu begitu, gimana kalau orang tuanya sibuk? Mereka gak akan dapat kartu? Ya kalau kartu sih kasih saja dulu, kalau untuk pendanaan pendidikan bisa mengundang lagi orang tua dilain hari. Di sekolah lain dikasih aja langsung," katanya.
Untuk pembayaran iuran SPP ini, lanjut Elvira, ia tidak keberatan. Asalkan, pihak sekolah juga dapat terbuka menyampaikan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) kepada orang tua siswa.
"Sehingga pertanggung jawabannya itu jelas seperti apa kegunaan biayanya itu. Kalau mereka mau kooperatif seperti itu ya kita juga gak akan keberatan," katanya.
Dengan adanya kasus seperti ini, pihaknya mengaku keberatan. Rencananya, besok, Jumat (10/4/2015) pihaknya akan bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bandung Elih Sudiapermana untuk mengadukan persoalan ini.
"Kita besok ketemu Pak Elih, kita klarifikasi dan kita minta komitmen Pak Elih seperti apa," katanya. (*)