Kesehatan

1 dari 3 Bayi Lahir di Indonesia Kerdil, Ini Penyebabnya

Lebih dari sepertiga anak berusia di bawah lima tahun di Indonesia tingginya berada di bawah rata-rata.

Penulis: Deddi Rustandi | Editor: Kisdiantoro
1 dari 3 Bayi Lahir di Indonesia Kerdil, Ini Penyebabnya
BIDANKU.COM
Ilustrasi

SUMEDANG, TRIBUN – Satu dari tiga bayi yang dilahirkan di Indonesia tidak tumbuh maksimal atau stunting (kerdil, Red). Bayi ini nantinya tidak akan tumbuh normal dan untuk tumbuh normal itu butuh intervensi gizi sampai sanitasi lingkungan yang baik.

"Lebih dari sepertiga anak berusia di bawah lima tahun di Indonesia tingginya berada di bawah rata-rata. Pertumbuhan tak maksimal itu diderita oleh sekitar 8,9 juta anak Indonesia," kata Muhammad Karim Wirasaputra, Promotion dan Publication Spesialist Millennium Challengge Account (MCA) Indonesia saat melakukan kampanye anti stunting di Posyandu Melinjo, Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Rabu (25/2/2015).

Menurutnya, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama. “Pemberian makanan yang tak sesuai dengan kebutuhan gizi,” katanya.

Stunting terjadi mulai dari janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. “Kekurangan gizi pada usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan penderitanya mudah sakit dan memiliki postir tubuh tak maksimal saat dewasa,” katanya.

Saat ini tinggi tubuh orang Indonesia itu 15 sentimeter lebih pendek dari orang eropa dan amerika. "Kami sedang menggerakan anti stunting dan nantinya tinggi orang Indonesia sama dengan orang Eropa dan Amerika sehingg kedepan orang Indonesia bia main sepak bola di liga eropa. Dengan asupan gizi yang baik maka bukan hanya tubuhny amenjadi tinggi dan sehat tapi juga akan cerdas," katanya. (std)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved