Harga BBM Turun Lagi
Mengejutkan, Harga Onderdil Kendaraan di Ciamis Tidak Naik Sejak BBM Naik
Harga BBM sudah turun dua kali, terakhir Senin (19/1) harga onderdil, oli dan ban masih sama dengan harga sebelum kenaikan BBM 17/11.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
CIAMIS, TRIBUN - Salah satu alasan kenapa Organda belum mau menurunkan tarif angkutan umum meski harga BBM sudah turun, adalah harga spare part (onderdil) yang mahal dan belum turun termasuk harga ban dan oli. Tetapi kenyataannya harga berbagai jenis onderdil (sparepart), ban dan oli di Ciamis nyaris tidak naik sejak harga BBM naik tanggal 17/11 lalu.
Kemudian harga BBM sudah turun dua kali, terakhir Senin (19/1) harga onderdil ,oli dan ban masih sama dengan harga sebelum kenaikan BBM 17/11.
“Sejak BBM naik tanggal 17/11 lalu sampai sekarang tidak ada kenaikan harga onderdil, ban maupun oli. Semuanya masih harga sebelum BBM naik. Belum ada yang naik,” ujar Iwan, pengelola toko onderdil “Sumber Indah Motor” di Jl Perintis Kemerdekaan Ciamis (Komplek Swadaya) dihadapan tim gabungan dari Organda, Dishub dan Disperindag Ciamis yang melakukan survey harga spare part ke sejumlah toko onderdil di Ciamis Selasa(20/1) siang.
Iwan mencontohkan harga ban untuk jenis kendaraan colt diesel (750.16) masih Rp 1.180.000/buah, jenis ban untuk mobil hiace masih Rp 450.000/buah, ban mobil jenis carry masih Rp 350.000/buah, oli bensin masih Rp 26.000/liter dan sebagainya.
Dengan pertimbangan naiknya biaya angkut akibat kenaikan harga BBM memang ada rencana kenaikan harga berbagai jenis onderdil, ban dan oli yakni pada bulan Januari. “Tetapi rencana kenaikan bulan Januari ini tentu saja tidak jadi, soalnya harga BBM malah sudah turun dua kali. Mau naik gimana,”katanya.
Dari tiga toko onderdil yang disurvei Selasa (20/1) siang menurut Sekretaris Organda Ciamis Rd Ekky Bratakusumah memang tidak ada kenaikan harga onderdil, ban dan oli yang cukup signifikan sejak kenaikan harga BBM tanggal 17/11 lalu.
“Tetapi harga BBM (bensin, solar), onderdil, ban dan oli hanya sebagian dari komponen yang menjadi pertimbangan untuk penetapan tarif angkutan umum termasuk angkot. Ada19 komponen yang menjadi pertimbangan dalam penetapan tariff angkutan umum,” ujar Ekky. (sta)