Komunitas

Olahraga Minor yang Serba Impor

PERBEDAAN samudra dan benua ternyata tak menyurutkan semangat antara pemain ekspatriat dan pemain lokal.

Editor: Hermawan Aksan

PERBEDAAN samudra dan benua ternyata tak menyurutkan semangat antara pemain ekspatriat dan pemain lokal. Mereka bisa bersatu dengan harmonis, melupakan segala perbedaan saat di lapangan. Saat mengikuti turnamen nasional misalnya, kita dapat melihat banyak pemain-pemain "impor" memenuhi lapangan.

"Kalau di Jakarta bahkan ada komunitas rugby yang isinya orang Jepang semua, orang Eropa semua, sama sekali enggak ada orang Indonesianya. Emang namanya juga olahraga dari sana (Eropa) kan jadi ya yang main juga orang-orang sana yang tinggal di Indonesia," kata Ridwan.

Tak hanya pemain, pelatih Bandung Rams juga adalah laki-laki berkebangsaan Prancis, Busi Florian. Busi adalah salah satu ekspatriat yang sedang bekerja di Bandung. Sebagai pemain rugby bersertifikasi, Busi dipercaya sebagai pelatih oleh anggota Bandung Rams lainnya. Ridwan menceritakan, Bandung Rams sudah terkenal di kalangan warga Perancis yang bekerja di Bandung. Agar bisa tetap bermain rugby, mereka mencari informasi tentang keberadaan komunitas rugby dan biasanya menghubungi Bandung Rams melalui facebook "Bandung Rams Rugby Club".

Bola dan jersey rugby pun ternyata harus mengimpor dari negara tetangga. Bandung Rams memang mendapatkan jatah bola dari PRUI sebanyak tiga bola per tahun. Namun, bola-bola tersebut ternyata tidak diproduksi di Indonesia.

"Bola rugby itu beda sih, di sini belum ada yang bisa bikin dengan ukuran yang kualitas yang sesuai sama di luar negeri, makanya diproduksinya enggak di Indonesia. Jersey pemain Bandung Rams pun kita impor dari Hongkong karena bahannya beda," ujar Ridwan.

Ya, jersey rugby memang jauh lebih tebal agar tidak mudah sobek. Permainan rugby yang melegalkan tarik-menarik dan saling tindih harus didukung dengan pakaian yang kuat dan berkualitas tinggi. Namun ternyata tak semua perlengkapan harus serba impor.

"Kalau sepatu enggak kok, pakai sepatu bola biasa apa saja bisa," katar Ridwan. (tj1)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved