Batu Akik Khas Cianjur
Black Aren Berasal dari Fosil Zaman Prasejarah
“Bahannya memang bukan batu asli tapi semacam fosil kayu sempur yang terpendam berjuta tahun lamanya.
Penulis: cis | Editor: Kisdiantoro
CIANJUR, TRIBUN - Sejatinya batu akik Black Aren itu tiga jenis jika dilihat perpaduan warna yang ada di dalam inti batu. Ada hitam agak kemerahan, hitam agak kebiruan, dan hitam agak keunguan. Ketiga jenis batu akik Black Aren ini pun dipercaya memiliki energi tertentu yang tersimpan di dalam batu sesuai dengan perpaduan warnanya.
“Peminatnya memang bukan seperti pengemar batu akik jenis bacan dan lainnya karena keindahannya. Tapi peminat Black Aren itu karena diyakini memiliki energi positif dan bermanfaat bagi pemakainya meski belum ada penelitian dari arkeolog yang bisa membuktikannya,” ujar Perajin dan kolektor Batu Mulia asal Kecamatan Cidaun, Endang Kartiwa (40) ketika ditemui Tribun, Selasa (13/1).
Adapun diyakininya adanya energi dan manfaat dari Black Aren itu, kata Endang, setelah ada beberapa ahli batu akik dari yang melihat langsung batu tersebut. Para ahli batu akik itu meyakini jika Black Aren merupakan batu peninggalan zaman pra sejarah. Khasiatnya pun dirasakan semua pemilik batu akik Black Aren.
“Bahannya memang bukan batu asli tapi semacam fosil kayu sempur yang terpendam berjuta tahun lamanya. Bukan tanpa sebab juga, kami juga pernah menemukan sejumlah batu dengan total berat dua kilogram seperti perkakas pada 1986. Batu itu kini disimpan di museum,” kata Endang. (cis)