Komunitas
Lahan Bisnis yang Menggiurkan
Deon menambahkan bahwa tarantula pada dasarnya dibagi dalam tiga jenis yaitu di dalam tanah, di permukaan tanah dan di pepohonan.
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Hermawan Aksan
DALAM kesempatan yang sama, Deon menambahkan bahwa tarantula pada dasarnya dibagi dalam tiga jenis yaitu di dalam tanah, di permukaan tanah dan di pepohonan. Meski dicap sebagai hewan predator, tarantula ternyata sangat mudah dirawat. Cara memberi makan bisa dilakukan dalam beberapa tahap, bisa satu minggu sekali atau bahkan sebulan sekali dengan serangga seperti jangkrik atau kecoa.
Menurut Deon, tarantula sangat berbeda dengan laba-laba meski memiliki bentuk dan sifat yang sama.
"Laba-laba itu saat membuat sutra, selain sebagai rumah juga sebagai alat pemancing. Sementara tarantula jala sutra itu hanya dipergunakan untuk rumah saja. Laba-laba mempergunakan jaringnya untuk menunggu mangsa terperangkap, sementara tarantula lebih inisiatif mencari mangsa di mana saja. Laba-laba cenderung memiliki bulu yang sangat sedikit sementara tarantula sangat dominan bulunya di seluruh tubuhnya," ujarnya.
Ahmad menambahkan, lebih dari 500 jenis tarantula yang sudah berhasil diidentfikasi namun masih banyak yang belum ditemukan jenisnya karena penentuan jenis tarantula bisa dikatagorikan dalam beberapa bentuk seperti ukuran dan warna.
Di Indonesia sendiri, banyak tarantula yang dikatagorikan dalam puluhan jenis berdasarkan asal, bentuk dan warnanya. Semakin memiliki warna bagus dan cerah maka bagi komunitas pencinta tarantula, hal itu akan semakin menambah keindahan dan seni tersendiri.
Asyiknya, di komunitas seperti BATAKO, memelihara tarantula pun bisa menjadi lahan bisnis lumayan menggiurkan.
"Satu anggota komunitas bisa menjual tarantula miliknya ke anggota lain dengan harga tertenut yang disepakati. Semakin indah warna dan bentuknya, semakin mahal harganya. Demikian pula semakin jarang jenisnya, semakin mahal pula harganya," kata Ahmad.
Harga tarantula yang diperjualbelikan antaranggota sendiri tidak bisa ditentukan besar kecilnya, karena hal itu sepenuhnya tergantung kepada suka dan tidaksukanya anggota terhadap tarantula milik anggota lain.
"Harganya bisa berbeda-beda tergantung kesepakatan," katanya.
Ahmad sendiri mengaku suka tarantula karena indah dilihat sebagai display saat berada di kamarnya. Bahkan bagi maniak tarantula, maka seseorang akan membuatkan ekosistem tersendiri bagi tarantula peliharaannya.
"Saya juga suka bikin ekositem, mulai bikin pohonnya, lalu enklosurenya semirip mungkin dengan alam aslinya, semua itu dibuat dalam sebuah toples," katanya.
Ada juga yang suka dengan tarantula yang hanya muncul bila kondisi gelap. "Karena hanya muncul dalam kondisi gelap, maka orang yang memeliharanya hanya bisa melihat tarantulanya pake senter saja, begitu juga dengan jenis yang suka hidup dalam tanah. Si pemelihara hanya bisa melihat tanahnya saja dari luar, tarantulanya hanya sesekali keluar dari tanah," tambah Deon. (set)