Success Story
Sembilan Ibu Muda Dirikan Upper East (BAGIAN 1)
SEMBILAN perempuan dari profesi yang berbeda, berhasil mendirikan sebuah tempat yang nyaman untuk berkumpul, makan, dan santai bersama keluarga.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin
SEMBILAN perempuan dari profesi yang berbeda, berhasil mendirikan sebuah tempat yang nyaman untuk berkumpul, makan, dan santai bersama keluarga. Tempat tersebut mereka beri nama Upper East.
Sebuah nama yang diambil dari kawasan elit di Manhattan Amerika Serikat. Ide untuk mendirikan sebuah tempat yang nyaman tersebut muncul akibat sering berkumpul, dan nongkrong bareng di berbagai tempat yang asyik di Kota Bandung.
Dari sering bertemu akhirnya para wanita yang terdiri dari profesi Punny (manager/consultan cafe), Indri (penyusun kafe), Novica (finance perhotelan), Yessy (guru senam zumba), Sucyen (pengusaha), Meilanny (owner sekolah perhotelan), Inne (wiraswasta), Sylvi (pemilik resto Sunda), dan gitta (notaris), akhirnya mengeluarkan ide untuk mendirikan sebuah tempat berkumpul yang nyaman untuk keluarga.
"Ide ini muncul di tahun 2013 saat kita sering berkumpul di sejumlah tempat yang asyik di Kota Bandung. Beberapa teman menyarankan kenapa tidak membuat tempat sendiri agar kita tidak kesulitan untuk berkumpul," ujar Punny sang manajer Upper East.
Saat didirikan banyak teman yang mengemukakan nama-nama untuk tempat tersebut. Bermodalkan patungan, akhirnya nama Upper East disepakati untuk dibangun di Jalan Raya Golf 92 Dago Atas Kota Bandung. Konsep menu makanan untuk seluruh anggota keluargapun disajikan.
Namun jalan terjal tidak semulus yang mereka bayangkan. Awal dibukanya Upper East, selama tiga bulan pendapatan mereka selalu merugi. Belum banyak orang yang tahu tempat tersebut. Evaluasi selama seminggu sekali selalu dilakukan untuk membahas perkembangan Upper East. Baik itu bertemu secara langsung maupun di grup sosial media.
"Ada beberapa di antara kami yang sempat menyerah, saat mengetahui selama tiga bulan sejak dibuka selalu merugi," katanya. (fam)
-- bersambung
Naskah Succes Story ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Minggu (7/12/2014). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.