Kenaikan Harga BBM

Harga Sayuran di Cimahi Merangkak Naik

MASYARAKAT pun berharap pemerintah setempat segera memberi solusi atas kenaikan harga-harga tersebut.

Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Dicky Fadiar Djuhud

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dedy Herdiana


CIMAHI, TRIBUN - Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sudah santer menjadi pembicaraan masyarakat, berdampak pada kenaikan harga berbagai jenis sayuran dan sejumlah kebutuhan pokok di Kota Cimahi. Masyarakat pun berharap pemerintah setempat segera memberi solusi atas kenaikan harga-harga tersebut.

Sesuai pantauan Tribun di Pasar Cimindi, harga sayuran yang naik di antaranya cabe merah tanjung dari kisaran Rp 15.000/kg - Rp 18.000/kg kini menjadi Rp 45.000/kg, dan cabe rawit domba dari Rp 20.000/kg menjadi Rp 40.000. Bahkan harga jengkol pun dari Rp 12.000/kg kini menjadi Rp 20.000/kg. Sementara harga beras rata-rata berbagai jenis mengalami kenaikan seribu rupiah. Sedangkan harga komoditi bawang, kentang, wortel masih cukup stabil meski pasokan agak tersendat.

Asep Slamet (49), salah seorang pedagang sayuran mengatakan kenaikan harga sayuran dipicu pasokan minim dari daerah sentra sayuran. Selama ini, pasokan sayuran diterima dari daerah Jawa Tengah dengan harga yang miring, namun sekarang ini tidak pengiriman.

"Biasanya saya dikirim dari daerah Jawa Tengah, sekarang sudah enggak ada. Jadi cari ke Lembang meski harga agak naik," ujarnya.

Menghilangnya pasokan sayuran tersebut, Asep menduga selain karena masalah rencana kenaikan BBM juga disebabkan musim kemarau yang mempengaruhi kualitas sayuran dan jumlah hasil panen.

"Sekarang ini harga sayuran sudah naik, kalau harga BBM naik, otomatis harga sayuran bakal naik lagi, malah bisa 100 sampai 200 persen, naiknya. Karena biaya pengiriman bakal nambah, soalnya kami mengandalkan pasokan dari daerah lain," paparya.

Keluhan senada diungkapkan pedagang beras, Susilawati (38). Harga beras kini naik sebesar Rp 1.000/kg. Menurutnya kenaikan itu dikarenakan pasokan beras yang dijualnya didapat dari luar Kota Cimahi yang membutuhkan biaya pengiriman. Selama ini pasokan beras diperoleh dari Subang, Tasikmalaya, Garut, dan lainnya. Penjualan rata-rata setiap hari diakuinya, mencapai 1 ton/hari dengan harga kisaran Rp 7.800/kg hingga Rp 9.500/kg.

Mengenai rencana kenaikan BBM tersebut, Susilawati hanya berharap pemerintah untuk memperhatikan dampaknya yang terjadi di masyarakat. Pemerintah harus melihat bahwa dampak kenaikan BBM itu akan berakibat pada kenaikan harga yang lain.

"Ya kami sih hanya masyarakat kecil, pasti hanya bisa menerima meski kondisi harga serba naik dan masyarakat bergejolak seperti pada kanaikan BBM waktu lalu. Makanya saya hanya bisa berharap pemerintah juga memperhatikan dampaknya sama orang kecil. Jangan cuma bisa memutuskan," ungkapnya. (ddh)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved