Tabrakan Kereta Api di Cirebon
Jenazah Anggota Polisi Korban KA Vs Minibus Telah Dibawa Pulang
Berdasarkan informasi dari Kamar Jenazah RSUD Gunung Jati, Cirebon, jenazah dua anggota polisi diambil pihak keluarga Kamis (23/10) sekitar pukul 05.0
Penulis: roh | Editor: Kisdiantoro
CIREBON, TRIBUN - Jenazah dua anggota Buser Polres Pelabuhan Tanjung Priok yang menjadi korban tabrakan KA Tegal Bahari dengan Suzuki APV E 1818 TR telah dibawa pulang pihak keluarga. Sebelumnya, kedua jenazah disemayamkan di RSUD Gunung Jati bersama satu jenazah warga sipil. Sementara satu jenazah warga sipil lainnya berada di RS Ciremai.
Berdasarkan informasi dari Kamar Jenazah RSUD Gunung Jati, Cirebon, jenazah dua anggota polisi diambil pihak keluarga Kamis (23/10) sekitar pukul 05.00. Rencananya kedua jenazah akan dibawa pulang ke kampung halaman mereka di Jogjakarta dan Kediri.
Bripka M Irwandi Malik dan Brigadir Sutriono mengembuskan napas terakhir di lokasi tabrakan antara KA Tegal Bahari dengan Suzuki APV E 1818 TR di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Desa Suci, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Rabu (22/10) pukul 14.52.
Selain kedua anggota polisi, satu warga sipil bernama Nana Kusmana (40) warga Desa Ciputat, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan juga meninggal dunia di lokasi kejadian. Jasad ketiganya kemudian dibawa ke RSUD Gunung Jati.
Sementara korban bernama Wartono (34) meninggal di RS Ciremai. Jasadnya pun tetap berada di rumah sakit tersebut.
Saat kejadian, semua korban menumpangi Suzuki APV E 1818 TR. Total penumpang ada sembilan orang, terdiri dari empat anggota polisi dan lima warga sipil.
Kendaraan melaju dari arah Desa Setupatok menuju Jalur Utama Pantura Mundu. Namun saat melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Suci, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, mobil yang ditumpangi mogok di tengah perlintasan kereta.
Saat bersamaan datang KA Tegal Bahari dari Jakarta menuju Tegal. Tabrakan pun tak terhindarkan, hingga menewaskan empat orang penumpang APV. Sementara dua penumpang lagi luka-luka, dan tiga lainnya selamat.
Berdasarkan informasi, rombongan Buser Polres Pelabuhan Tanjung Priok, itu berada di Cirebon untuk mengembangkan kasus pencurian dengan kekerasan dengan barang bukti 20 ton kacang kedelai. Tersangka NK telah ditangkap lebih dulu di Bekasi dan dibawa ke Cirebon bersama rombongan Buser, sementara yang lainnya baru saja dijemput dari rumah masing-masing di Cirebon dan Kuningan. (roh)