Jelang Iduladha

Di Kelurahan Megawati Garut, Sapi Beratnya 1,1 Ton Seharga Rp 60 juta

INSPEKSI pemeriksaan hewan kurban tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Garut Helmi Budiman dan berlangsung pada Rabu (1/10/2014).

Di Kelurahan Megawati Garut,  Sapi Beratnya 1,1 Ton Seharga Rp 60 juta
TRIBUN JABAR / M SYARIF ABDUSSALAM
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman (baju putih berkacamata berdasi) bersama sapi seharga Rp 60 juta di Kelurahan Haurpanggung, Kecamatan Tarogongkidul, Rabu (1/10/2014). 

GARUT, TRIBUN - Alih-alih mendapat hewan kurban yang cacat, berpenyakit, atau tidak memenuhi syarat menjadi hewan kurban, Tim Kesehatan Hewan Kurban dari Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Garut malah menemukan sapi seberat 1,1 ton seharga Rp 60 juta.

Inspeksi pemeriksaan hewan kurban tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Garut Helmi Budiman dan berlangsung pada Rabu (1/10/2014) dari siang sampai sore. Inspeksi untuk persiapan menjelang Iduladha 1435 H ini dilakukan dengan mengunjungi sejumlah tempat penjualan hewan kurban.

Inspeksi dilakukan mulai dari sentra peternakan sapi di Kelurahan Margawati, Kecamatan Garutkota. Tim yang terdiri atas empat dokter hewan dan puluhan paramedis ini berpencar memeriksa hewan-hewan kurban di Margawati.

Tidak menemukan satupun hewan kurban bermasalah, tim lalu meninggalkan lokasi kemudian menelusuri sejumlah jalan di perkotaan Garut yang menjual kambing atau domba kurban di bahu atau trotoar jalannya. Pemeriksaan kembali dilakukan di tempat penjualan hewan kurban di Jalan Tenjolaya dan dipastikan semua hewan kurban tersbeut sehat dan layak dikurbankan.

Terakhir, pemeriksaan dilakukan terhadap peternakan di kawasan Kerkhof di Kelurahan Haurpanggung. Di peternakan ini, Kesehatan Hewan Kurban dikagetkan dengan dua sapi berusia dua tahun yang memiliki bobot 1,1 ton dan berharga Rp 60 juta per ekor.

Mereka kembali melakukan pemeriksaan terhadap 25 hewan kurban di tempat itu. Beberapa di antaranya asyik berfoto dengan sapi raksasa jenis limosin yang memiliki bulu cokelat muda di Kerkof Jaya Farm tersebut.

"Setelah kami melakukan inspeksi, tidak ditemukan hewan kurban yang bermasalah. Semuanya sehat dan layak dikurbankan. Namun tetap, para pembeli harus jeli memilih hewan kurban, jangan yang pincang, cacat, atau belum cukup umur sebagai hewan kurban," kata Helmi Budiman didampingi Kasi Kesehatan Hewan Dyah Savitri.

Dyah mengatakan setiap tempat penjualan hewan kurban yang telah diperiksa timnya memiliki surat kesehatan hewan resmi dari dinasnya. Kemudian, hewan-hewan kurbannya dikalungi tanda hewan sehat.

"Saat akan dibeli, hewan kurban yang sehat itu bulu kulitnya halus dan tidak berdiri, anggota badannya lengkap tanpa pincang dan cacat. Tidak ada banyak cairan keluar dari moncongnya, punya punya nafsu makan yang banyak, dan tidak diare," kata Dyah.

Kabupaten Garut mendatangkan 3.500 sapi dari Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk keperluan Iduladha 1435 H. Sedangkan, daerah ini menyuplai sekitar 2.000 domba dan 1.500 kambing untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di luar daerah.

Garut hanya bisa menyediakan 30 persen dari total kebutuhan hewan kurban jenis sapi yang mencapai 5.000 ekor. Tahun lalu, Garut pun membutuhkan 287 ekor kerbau, sedangkan, Kabupaten Garut hanya bisa menyediakan 100 ekor kerbau lokal. Karenanya, 150 ekor sisanya disediakan dari daerah lain.

Untuk jenis hewan kurban lainnya seperti domba dan kambing, Kabupaten Garut dapat memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri. Bahkan, Kabupaten Garut dapat menjualnya keluar daerah karena surplus. Tahun lalu, Garut membutuhkan sekitar 8.000 ekor domba dan sekitar 250 kambing untuk kurban.

Padahal, Garut bisa menghasilkan 10.000 domba dan 3.000 kambing untuk memenuhi kebutuhan Iduladha. Makanya, Garut bisa menjual 2.000 domba dan 2.500 kambing lebih keluar daerah seperti Bandung, Bogor, dan Jakarta. (sam)

Selengkapnya, bisa dibaca di koran Harian Pagi Tribun Jabar, Kamis (2/10/2014).

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved