Jembatan Cibaruyan Runtuh
Sabtu Sore Ini Ditargetkan Jembatan Cibaruyan Sudah Bisa Dilewati
JEMBATAN Cibaruyan sudah berumur cukup tua yakni sekitar 31 tahun.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
CIAMIS,TRIBUN – Petugas teknis sejak Jumat (25/7/2014) pagi mulai memasang jembatan darurat kerangka besi di atas Jembatan Cibaruyan di Dusun Cianda Desa Sukahaji Kecamatan Cihaurbeuti Ciamis yang tergerus longsor Kamis (24/7/2014) dinihari.
Ditargetkan hari Sabtu (26/7/2014) sore ini jembatan darurat ini bi-sa dilalui sehingga sebagian arus mudik bisa kembali melewati Jalur Selatan via Cihaurbeuti.
“Ditargetkan besok sore (Sabtu, 26/7/2014, RED) jembatan darurat sudah bisa digunakan,” ujar Subagio, pengawas teknis dari Kemen PU kepada sejumlah wartawan di lokasi jembatan Cibaruyan Jumat (25/7/2014).
Jembatan darurat kerangka baja (jembatan bailey) yang dipasang diatas badan jembatan Cibaruyan tersebut menurut Subagio sepanjang 30 meter lebar 4 meter. Menjelang Jumat sore kemarin, jembatan darurat tersebut sudah 50% selesai.
”Mudah-mudahan besok sore (Sabtu, RED ) sudah bisa digunakan,” katanya.
Karena sifatnya sementara, jembatan darurat yang dipasang diatas Jembatan Cibaruyan ini hanya bisa dilewati kendaraan kecil dengan berat maksimal 8 ton. Itupun diberlakukan hanya untuk satu arah, dengan kecepatan terbatas.
Dengan difungsikannnya jembatan darurat ini, arus mudik yang semula dialihkan ke Kota Tasikmalaya dan Panjalu, sebagian bi-sa kembali melewati jalan utama jalur selatan via Cihaurbeuti tersebut. Sehingga kepadatan arus kendaraan yang masuk Tasikmalaya dan Panjalu bisa berkurang.
Selain memasang jembatan darurat (jembatan bailey), pihak Kemen PU juga memasang tumpukan karung berisi pasir dan batu beronjong. Keduanya dipasang di bawah pondasi serta dasar penahan gelagar jembatan yang longsor akibat luapan Sungai Cibaruyan yang terjadi Kamis (24/7/2014) pukul 03.00 dinihari.
Menurut Kadishub Ciamis, Aef Saefulloh Jembatan Cibaruyan sudah berumur cukup tua yakni sekitar 31 tahun. Longsor yang menimpa tebing proteksi dan bawah pondasi penahan gelagar jembatan, diduga juga akibat meningkatnya volume kendaraan bertonase berat yang lewat jalur Selatan via Jembatan Cibaruyan. Menyusul dialihkannya arus dari Jalur Pantura ke Jalur Selatan pasca amblesnya Jembatan Comal di Pemalang Jateng.
Menurut Ref Rinaldi, warga Dusun Andasari Desa Sukamulya yang rumahnya berlokasi tak jauh dari Jembatan Cibaruyan tersebut, sampai JUmat (25/7/2014) sore petugas teknis dari PU masih memasang rangkaian kerangka baja jembatan darurat (sta)
Selengkapnya, bisa dibaca di Harian Pagi Tribun Jabar, Sabtu (26/7/2014).