DARI MASJID KE MASJID
Sehat Berkat Terapi Ikan di Kolam Masjid
MASJID yang tidak jauh dari Jalan Baru Terusan Alfathu itu menyediakan fasilitas terapi ikan bagi jemaah dan warga sekitar.
ADA yang lain dan unik di Masjid Besar Baiturrohman di Kampung Lemburpicung, RT 03/19, Desa Soreang, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Masjid yang tidak jauh dari Jalan Baru Terusan Alfathu itu menyediakan fasilitas terapi ikan bagi jemaah dan warga sekitar.
Ridwan (35), warga Kampung Bobojong, Soreang, bersama keluarganya, misalnya, datang ke sana ingin merasakan sensasi terapi kesehatan ikan. Dua buah kolam ikan berukuran 1x3 meter disediakan pengurus masjid. Warga yang ingin melakukan terapi ikan tak perlu merogoh kocek dalam-dalam.
"Di sini enggak dipungut biaya. Paling ngasih infak saja. Daripada terapi ikan di Bandung, harus bayar berapa coba. Di sini kan disediakan dengan cuma-cuma sambil ngabuburit juga," ujar Ridwan, yang mengaku baru pertama kali diterapi ikan, Senin (14/7/2014).
Mereka yang ingin melakukan terapi juga harus mempunyai sedikit keberanian. Di awal memasukkan kaki ke dalam kolam, ikan-ikan akan langsung mengerubuti kaki. Rasa geli dan sedikit sakit akan dirasakan. Namun lama-kelamaan akan timbul rasa nyaman karena ikan akan memakan kulit mati.
"Geli juga awalnya dan sempat ngeluarin kaki lagi dari kolam. Karena pas dimasukkan ke kolam ikannya langsung nyambar kaki. Tapi kalau sudah lama enak juga," katanya.
Selain Ridwan, puluhan warga yang lain juga mencoba terapi ikan tersebut. Selain untuk ngabuburit, ada juga yang melakukan terapi untuk kesehatan. Salah satunya yang dilakukan Rohman (40). Menurutnya, sejak tahun lalu ia telah melakukan terapi ikan. Setelah melakukan terapi beberapa kali, penyakit rematik yang dideritanya mulai membaik. Ia pun bisa merasakan manfaatnya sambil menunggu waktu berbuka puasa.
"Saya sangat dibantu sama terapi ini. Jadi bisa menyembuhkan penyakit saya. Terus bisa silaturahmi juga sama warga sekitar," kata Rohman.
Sejak tiga tahun lalu selama bulan Ramadan, Masjid Baiturrohman menyediakan fasilitas terapi ikan. Warga yang mau mencoba pun tinggal datang mencelupkan kedua kakinya ke dalam kolam. Ribuan ikan kecil jenis nila pun langsung menyerbu kaki yang masuk ke dalam kolam.
Sekretaris Dewan Keluarga Masjid (DKM) Baiturrohman, Ujang Syamsudin, mengatakan, DKM sengaja menyediakan fasilitas terapi ikan untuk pengunjung. Terapi tersebut tidak dipungut biaya. Namun pihaknya menyediakan kotak infak bila pengunjung mau bersedekah.
"Semua warga boleh mencoba. Semuanya gratis. Tapi tetap harus ikut aturannya. Seperti pengunjung tidak boleh merendam kakinya lebih dari satu jam. Soalnya kalau terlalu lama nanti kasihan pengunjung yang lain," ujar Ujang.
Ikan yang berada di kolam, kata Ujang, didatangkan dari Garut. Sebanyak 40 kilogram atau sekitar 4.000 ekor mengisi kolam tersebut. Ribuan ikan kecil itu tidak akan diberi makan. Ikan tersebut akan memakan sisa-sisa kulit mati dari pengunjung yang melakukan terapi di kolam itu.
"Kalau kata warga yang suka terapi di sini sih penyakit yang mereka rasakan bisa sembuh. Minimal bisa berkurang. Asalnya kolam ini untuk terapi warga di sekitar sini. Tapi sekarang banyak warga dari luar yang sengaja datang ke sini untuk terapi sekalian ngabuburit," katanya.
Di bulan puasa, pengunjung masjid pun terus bertambah. Setiap harinya masjid dikunjungi 100 hingga 200 orang. Selain warga sekitar, para wisatawan yang akan menuju Ciwidey pun banyak yang singgah terlebih dahulu di masjid ini. (Firman Wijaksana)
Selengkapnya, bisa dibaca di Harian Pagi Tribun Jabar, Selasa (15/7/2014).