Senin, 1 Juni 2026

Tradisi Misalin di Situs Galuh Salawe

Bebersih Menjelang Ramadan Datang

Yang hadir pada tradisi misalin tidak hanya warga setempat, tetapi juga warga Purwakarta dan Kuningan yang punya tali sejarah ke-galuh-an.

Tayang:
Penulis: Andri M Dani | Editor: Dicky Fadiar Djuhud

MINGGU (22/6/2014) siang ratusan warga yang sebagian besar memakai pakaian tradisi Sunda berkumpul di sekitar makam di lokasi Situs Sanghiyang Cipta Permana Prabudigaluh, Kampung Salawe, Dusun Tunggul Rahayu Desa/Kecamatan Cimaragas. Di situs yang lazim disebut situs Galuh Garatengah Salawe tersebut tengah berlangsung ritual misalin, tradisi menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Warga dengan tertib duduk di sekeliling kompleks situs yang berada di bawah naungan sejuknya rimbunan rumpun bambu yang tumbuh subur di sisi Sungai Citanduy tersebut. Melantunkan doa, mendengarkan paparan tradisi yang disampaikan oleh juru kunci (kuncen) Situs Galuh Gara Tengah Salawe, RA Latif Adiwijaya. Sebelumnya, warga terlebih dahulu menyapu, membersihkan kompleks situs peninggalan karuhun Galuh.

Yang hadir pada tradisi misalin tidak hanya warga setempat, tetapi juga warga dari luar Cimaragas, bahkan dari luar Ciamis, seperti dari Purwakarta dan Kuningan yang punya tali sejarah ke-galuh-an.

Misalin, menurut R Latif Aadiwijaya, adalah ritual "membersihkan" diri menjauhkan diri dari perbuatan yang bakal menodai ibadah puasa yang akan segera dilaksanakan. Misalin, atau ngikis diri, ibarat orang berganti baju dengan pakaian yang lebih bersih (bersalin).

Setelah mengikuti ritual di kompleks situs, warga berkumpul di lapangan di sisi kompleks situs untuk menyaksikan berbagai pertunjukan kesenian buhun dan silat. Silat sebagai keterampilan yang menjadi andalan para karuhun saat membela diri, membela kejayaan kerajaan dari serangan pihak luar. Silat ini juga dibumbui dengan pertunjukan keterampilan yang nyaris identik dengan kanuragan (kekebalan tubuh).

Pada kesempatan tersebut kelompok warga yang hadir pada tradisi misalin ini dari rumah sudah membawa berbagai jenis makanan, termasuk tumpeng yang diwadahi dalam pontrang (wadah yang terbuat dari anyaman daun kawung yang masih segar). Kemudian oleh panitia, berbagai jenis makanan tersebut dibagikan kepada warga. Warga pun menunggu giliran dengan tertib, tanpa ada aksi saling rebut (rebutan).

Semuanya menunggu berkah dengan sabar. Menahan sabar adalah salah satu keutamaan bagi orang yang berpuasa. Setelah mendapat jatah, warga makan bersama-sama (botram).

Kabid Kebudayaan Disdikbud Ciamis, Dudung Abdullah, yang hadir pada acara tersebut, mengatakan bahwa tradisi misalin ini harus tetap lestari dan berkembang sebagai kearifan lokal Tatar Galuh Ciamis.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang hadir dalam ucara ritual misalin di Situs Galuh Gara Tengah Salawe, yang tak jauh dari jembatan Salawe, Jalan Raya Bojong-Cimaragas, sempat dikagetkan oleh guncangan gempa berkekuatan 5,5 SR. Tapi guncangan gempa tersebut tak sampai membuat ritual misalin bubar.

Menurut kuncen R Latif Adiwijaya, situs Salawe ini pernah dikunjungi oleh Soekarno saat menjadi mahasiswa sekolah teknik di Bandung (kini ITB) pada 1930. Pada 2013 Situs Galuh Gara Tengah Salawe ini mendapat sertikat dari "The Soekarno Center" yang diserahkan oleh Sukamawati Soekarno Puteri di Bandung pada 20 November 2013.

Kompleks Situs Galuh Gara Tengah Salawe, yang sebagian besar masih merupakan hutan belantara, pada masa penegakan kemerdekaan sering digunakan oleh para pejuang kemerdekaan untuk bersembunyi dari incaran tentara Belanda. Untuk bertahan hidup, para pejuang tersebut, kata R Latif Adiwijaya, mereka hanya memakan tumbuhan dan buah-buahan di kompleks situs, termasuk menangkap ikan dari Sungai Citanduy.

Di situs ini terdapat batu entog (bebek), batu peribadatan, petilasan Prabu Galuh Salawe, serta makam karuhun yang dikelilingi kerimbunan hutan sisi Sungai Citanduy. (Andri M Dani)
)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved