PBB Punya Misi Tegakkan Hukum Berkeadilan
Partai Bulan Bintang (PBB) daerah pemilihan Bandung-2 mengadakan kampanye terbuka di lapangan Titimplik, Jalan Gagak, Bandung, Kamis (27/3).
Penulis: Tarsisius Sutomonaio | Editor: Kisdiantoro
BANDUNG, TRIBUN - Partai Bulan Bintang (PBB) daerah pemilihan (dapil) Bandung-2 mengadakan kampanye terbuka di lapangan Titimplik, Jalan Gagak, Bandung, Kamis (27/3).
Kampanye itu dihadiri calog legislatif (caleg) DPR RI dari PBB daerah pemilihan (Dapil) Jabar I, Diliana Ermaningtias dan Latief Awaluddin. Diliana mengatakan visi dan misinya adalah menegakkan kepastian hukum yang berlandaskan keadilan.
"Masalah utama negara kita adalah mengenai kepastian hukum. Bukan hanya soal penyelidikan perkara tapi juga tentang penyusunan aturan hukum," ujar putri mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri), Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, itu ketika berorasi.
Ia menyinggung kejadian yang menimpa sang ayah. Seperti diketahui, Susno adalah terpidana korupsi kasus penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari dan dana pengamanan Pilkada Jabar 2008. Susno dihukuman pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan.
"Visi dan misi ini bukan karena ayah saya yang jadi korban politik," kata Diliana. Ia mengharapkan masyarakat menggunakan hak pilih pada 9 April nanti. "Kalau warga golput (golongan putih alias tak memilih), suaranya bisa dibeli," ujarnya.
Latief juga mengamini kata-kata Diliana. Caleg Kota Bandung dari partai berlambang bulan sabit plus bintang itu, Eman Sulaeman, menawarkan kartu sehat selama lima tahun jika terpilih menjadi anggota dewan legislatif.
Namun, kartu sehat yang ditawarkan itu bukan untuk layanan kesehatan secara medis tetapi non medis. "Banyak yang belum tahu tentang gangguan makhluk halus. Saya bisa bantu sembuhkan gratis," ujarnya. Ia optimistis tawaran seperti ini bisa menarik simpati masyarakat.
"Saya biasa diundang ke rumah sakit untuk menyembuhkan penyakit-penyakit non medis," katanya. Namun, ia layanan pengobatan gratis ini semata karena ingin lolos ke gedung DPRD Kota Bandung. Kampanye di lapangan Titimplik terbilang lengang.
Kursi-kursi di dalam tenda berkapasitas 100 orang itu memang dipadati kader dan simpatisan. Hanya, nyaris tak ada lagi warga yang mengikuti kampanye itu kecuali pihak keamanan dari kepolisian serta para pedagang kaki lima di sekeliling lapangan.
Meski demikian, Eman yakin kampanye terbuka itu tetap efektif untuk memperkenalkan para caleg PBB kepada masyarakat. "Kampanye terbuka adalah informasi bagi masyarakat bahwa PBB masih eksis. Soal efektif atau tidak, tergantung mesin partai dan nilai jual yang ditawarkan," ujar Eman.
Kampanye terbuka itu diramaikan kelompok musik The Vasco dan grup Sisingaan serta pertunjukan dari grup tenaga dalam Maenpo. (tom)