Pasokan Tabung Elpiji 3 Kg Berkurang

Agen tabung gas di Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Muhammad Kiki (27), mengatakan kelangkaan gas elpiji tabung 3 kilogram terjadi sejak

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Darajat Arianto

GARUT, TRIBUN - Agen tabung gas di Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Muhammad Kiki (27), mengatakan kelangkaan gas elpiji tabung 3 kilogram terjadi sejak awal 2013. Hal ini disebabkan berkurangnya pasokan.

"Tahun 2013, saya biasa mendapat dua truk tabung gas elpiji 3 kilogram sehari. Sekarang berselang, sehari satu truk, besoknya dua truk, besoknya lagi satu truk. Satu truk membawa 560 tabung," katanya, Senin (6/1).

Kiki mengatakan pada awal tahun ini, pasokan gas tidak didapatnya pada hari libur dan minggu. Karenanya, permintaan konsumen tidak dapat semuanya terpenuhi langsung.

Konsumen, katanya, harus menyimpan tabung kosongnya di agen untuk mengantre. Baru keesokan harinya, biasanya mereka mendapat tabung gas pesanannya. Pembeliannya pun, dibatasi maksimal 10 tabung.

"Andaikan pasokan yang masuk sampai 4 truk, kami baru bisa memenuhi semua pesanan hari itu juga. Tidak usah berebut atau mengantre sehari semalam," katanya.

Kiki mengatakan semakin jauh jarak warung pembeli dengan lokasi agennya, akan semakin mahal harga jualnya. Kalau di daerah perkotaan, harganya masih Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu per tabung. Tapi, kalau sudah di kaki gunung, katanya, seperti Cibodas, harganya bisa sampai Rp 40 ribu per tabung.

"Sejak harganya naik jadi Rp 127 ribu, kami belum memesan tabung gas 12 kilogram. Belum stabil, takutnya rugi. Beberapa penggunanya pun sedah beralih ke tabung 3 kilogram karena kemahalan harganya," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Tags
elpiji
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved