Konsumen Terpaksa Beli Gas Elpiji 3 Kg
Kenaikan gas elpiji 12 kg menjadi Rp 126.500 per 1 Januari membuat konsumen beralih ke gas elpiji ukuran 3 kg.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG,TRIBUN - Kenaikan gas elpiji 12 kg menjadi Rp 126.500 per 1 Januari membuat konsumen beralih ke gas elpiji ukuran 3 kg.
"Biasanya saya pakai gas ukuran 12 kg. Tapi tadi pagi waktu saya beli lagi, harganya jadi mahal banget. Akhirnya terpaksa beli gas ukuran 3 kg," kata Sumadi (38), pemilik warung nasi di kawasan Jalan Lodaya, Kamis (2/1).
Ia mengatakan, terpaksa membeli gas elpiji ukuran 3 kg karena kenaikan gas ukuran 12 kg terasa sangat tinggi. Sehingga, menurutnya, hal itu sangat memberatkan.
"Kalau dari Rp 78 ribu ke Rp 126 ribu naiknya tinggi sekali untuk ukuran pedagang," ujarnya.
Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg sangat berimbas kepada warga rumahan. Pasalnya, umumnya pengguna gas ukuran 12 kg ini, digunakan oleh para ibu rumah tangga.
"Saya di rumah pakai 12 kg selama ini. Ini kenaikannya tinggi sekali. Naik hampir Rp 50 ribu. Ibu-ibu disini juga tadi pagi pada ngeluh karena kenaikan ini," kata Rodiah (45), ibu rumah tangga di kawasan Antapani.
Belum lagi, kata dia, kenaikan gas elpiji 12 kg ini malah diiringi dengan keterlambatan pasokan gas kepada pengecer. "Saya baru dapat gas 12 kg siang ini. Kalau pagi-pagi masih langka," ujarnya. (*)