Hujan Warnai Ider-ideran Nadran

Hujan mewarnai acara ider-ideran nadran masyarakat Gunung Jati, Jumat (15/11). Meski demikian, acara tetap berlanjut dan sejumlah penonton

Penulis: roh | Editor: Darajat Arianto

CIREBON, TRIBUN - Hujan mewarnai acara ider-ideran nadran masyarakat Gunung Jati, Jumat (15/11). Meski demikian, acara tetap berlanjut dan sejumlah penonton bertahan.

Sebelumnya, langit Cirebon digelayuti awan tebal tanda akan turun hujan.  Ternyata benar saja, beberapa belas menit yang lalu hujan pun turun.

Sebagian penonton memilih bertahan karena rombongan ider-ideran segera tiba di depan tempatnya berada. Sementara bagi penonton yang berada di depan Gedung Negara BKPP Wilayah III Cirebon memilih bubar karena hujan cukup deras sementara rombongan ider-ideran masih jauh.

Ider-ideran nadran dimulai dari Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon sekitar pukul 14.00. Ider-ideran yang terdiri dari aneka macam ogoh-ogoh itu melintasi Jalan Raya Sunan Gunung Jati sampai ke depan Gedung Negara. Dari Gedung Negara rombongan akan kembali ke Desa Astana.

Sejauh ini, rombongan masih setengah jalan. Diperkirakan tiba di depan Gedung Negara sekitar pukul 16.00.

Ider-ideran nadran biasanya berisi ragam ogoh-ogoh atau replika binatang dan benda-benda yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat pesisir Gunung Jati.  Ogoh-ogoh tersebut diarak sepanjang jalan di atas roda pedati maupun kendaraan bermotor.

Ider-ideran nadran merupakan bentuk luapan kegembiraan masyarakat Gunung Jati atas limpahan rezeki selama setahun ke belakang. Selain itu juga doa untuk tahun yang akan datang. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved